Berita

Husni Kamil Manik

Wawancara

WAWANCARA

Husni Kamil Manik: Kalau Revisi Setelah Tahapan Selesai, UU Baru Digunakan Pilkada Berikutnya

JUMAT, 22 MEI 2015 | 08:23 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

KPU tidak merasa terganggu dengan gebrakan Komisi II DPR yang ngotot menggodok revisi Undang- Undang Partai Politik dan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah.
 
Bukan karena Presiden Jokowi menolak merevisi kedua undang-undang tersebut, tapi anggota DPR diyakini punya niat baik, sehingga tidak akan mengganggu tahapan pilkada yang sudah berjalan.

"Niatan DPR itu baik, tentu tidak akan menganggu KPU mempersiapkan proses pilkada," ujar Ketua KPU Husni Kamil Manik, kemarin.


Berikut kutipan selengkap­nya:

Bagaimana dengan Partai Golkar dan PPP yang punya dualisme kepengurusan?
Mengenai dualisme kepengu­rusan itu, KPU akan menunggu proses hukum yang inkrah (pu­tusan berkekuatan hukum tetap). Apabila keputusan hukum tidak berhasil sampai inkrah, maka dit­erapkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 9 tahun 2015 tentang Pendaftaran Pilkada.

Artinya sikap KPU tidak berubah?
Ya, sesuai Peraturan KPU (PKPU) Nomor 9 tahun 2015 tentang pendaftaran pilkada, yang diterima pendaftarannya adalah yang diakui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), atau yang memenangkan proses hukum dengan putusan berkekuatan hukum tetap, atau kedua kubu islah.

Prediksi Anda kubu mana yang akan ikut Pilkada seren­tak?
Saya enggan memprediksi karena proses hukum kedua partai tersebut masih panjang. Kami tidak bisa memprediksi siapa yang akan mewakili nanti di pilkada serentak.

Apakah KPU ikut campur soal rencana revisi Undang- Undang Pilkada?

KPUtidak mau ikut cam­pur dengan rencana revisi UUPilkada. KPUhanya bertu­gas melaksanakan pilkada. Sedangkan urusan pembuatan atau revisi undang-undang, itu ke­wenangan DPR dan pemerintah. Kami nggak ikutan mengenai rencana revisi UUPilkada itu.

Bukankah KPU akan dili­batkan?
Kalau nanti KPUdilibatkan, saya merasa hanya akan sebatas pendapat atas materi draf undang-undang yang dibahas. Tidak sampai masuk dalam prosespenyusunannya. Prosesnya itu ada di DPR. Kalau kami diminta pendapat akan kami berikan.

Persiapan tahapan pilkada apakah terganggu dengan adanya wacana revisi itu?
Untuk persiapan pilkada serentak terus berjalan. Persiapan itu tidak terganggu dengan wacana revisi tersebut. Kalau revisinya dilakukan setelah tahapan sele­sai, Undang-Undang baru akan digunakan untuk pilkada yang berikutnya.

Dari hasil evaluasi KPU, apa persoalan yang terjadi?

Dari hasil evaluasi pilkada lalu, ada persoalan, antara lain tertib administrasi, sehingga KPUmemandang perlu alat bantu untuk gabungan parpol dan perseorangan yang mengusung calon kepala daerah.

Sebab, banyak peserta yang kerap bermasalah dalam proses pendaftaran. Makanya KPUmeluncurkan aplikasi baru untuk pendaftaran.

Aplikasi baru yang diterap­kan itu seperti apa?

Setiap peserta akan menyer­ahkan dokumen-dokumen untuk syarat kelengkapan yang sama, sesuai jenis pengusungannya masing-masing.

Kami memandang perlu alat baru agar peserta bisa lebih me­nyiapkan diri. Alat ini sederhana, semua dokumen akan terekam, ini yang disosialisasikan. Dengan aplikasi baru tersebut setiap calon peserta akan mendapatkan per­lakuan sama.

Anda yakin pilkada serentak dilaksanakan sesuai jadwal?

Pilkada serentak masih ses­uai jadwal yakni 9 Desember 2015, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015. Pelaksanaan seluruh tahapan harus seperti yang diatur dalam Peraturan KPUNomor 2 Tahun 2015. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Purbaya Soal Pegawai Rompi Oranye: Bagus, Itu Shock Therapy !

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:16

KLH Dorong Industri AMDK Gunakan Label Emboss untuk Dukung EPR

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:05

Inflasi Jakarta 2026 Ditargetkan di Bawah Nasional

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:04

PKB Dukung Penuh Proyek Gentengisasi Prabowo

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:57

Saham Bakrie Group Melemah, Likuiditas Tinggi jadi Sorotan Investor

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:51

Klaim Pemerintah soal Ekonomi Belum Tentu Sejalan dengan Penilaian Pasar

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:50

PN Jaksel Tolak Gugatan Ali Wongso pada Depinas SOKSI

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:48

Purbaya Optimistis Peringkat Utang RI Naik jika Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:32

IHSG Melemah Tajam di Sesi I, Seluruh Sektor ke Zona Merah

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:27

Prabowo Dorong Perluasan Akses Kerja Profesional Indonesia di Australia

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:16

Selengkapnya