Rachmawati Soekarnoputri/net
. Politisi senior Rachmawati Soekarnoputri mempertanyakan keputusan Presiden Jokowi terkait pembentukan panitia seleksi (Pansel) untuk memilih pimpinan KPK.
"Ini gaya Jokowi memilih pansel KPK, kenapa harus perempuan semua? Atau akal-akalan lagi, supaya pilihan ibu-ibu orang akan sungkan menolak?" kata pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno itu kepada redaksi, Jumat (22/5).
Jelas Mbak Rachma sapaan akrabnya, kebijakan Jokowi tersebut aneh, dan telah mendowngrade institusi KPK dikonotasikan seperti 'ayam sayur'.
"Nampaknya kaum bapak-bapak sudah tidak dipercaya dan tidak berdaya lagi," imbuhnya.
Mbak Rachma menambahkan, keputusan Jokowi tersebut adalah bentuk yang selalu ingin beda dari yang lain, tidak menyiratkan jiwa kenegarawanan, azas keseimbangan, bahkan seperti apriori atau phobi terhadap kaum laki-laki.
"Ini sudah masuk tahap kejiwaan, yang tentunya menjadi masalah yang tidak sederhana," tukas wakil ketum bidang ideologi DPP Partai Gerindra itu.
Kemarin, Presiden Jokowi mengumumkan sembilan nama untuk menjadi panitia seleksi pimpinan KPK. Kesembilan nama yang ditunjuk merupakan kaum hawa. Mereka adalah Destry Damayanti, M.Sc (ahli keuangan dan moneter); Dr. Enny Nurbaningsih, SH (pakar hukum tata negara dan Ketua Badan Pembinaan Hukum Nasional); Prof. Dr. Harkristuti Harkrisnowo, SH, LLM (pakar hukum pidana dan HAM serta Ketua Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenkumham); Ir. Betti S Alisjabana, MBA (ahli IT dan manajemen).
Kemudian, Dr. Yenti Garnasih, SH, MH (pakar hukum pidana ekonomi dan pencucian uang); Supra Wimbarti, M.SC, Ph.D (ahli psikologi SDM dan pendidikan); Natalia Subagyo, M.Sc, (ahli tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi); Dr. Diani Sadiawati, SH, LLM (ahli hukum dan Direktur Analisa Peraturan Perundang-undangan Bappenas) dan Meuthia Ganie-Rochman, Ph.D (ahli sosiologi korupsi dan modal sosial).
[rus]