Berita

ilustrasi/net

Menteri Bambang Bikin MoU di Istana Negara untuk Naikkan Penerimaan Pajak

RABU, 20 MEI 2015 | 07:36 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Untuk melakukan rerformasi di bidang pajak, ada banyak cara dan strategi yang dilakukan Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro.

Hari ini misalnya (Rabu, 20/5), sebagaimana informasi yang diperoleh, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Bambang Brojonegoro akan mendatangani MoU dengan sejumlah institusi terkait yang memiliki peran dalam pengumpulan pajak. Misalnya dengan polisi dan kejaksaan yang dinilai memiliki informasi terkait dengan wajib pajak, serta dengan Badan Pertahanan Nasional (BPN) yang memiliki data kepemilikan tanah bagi wajib pajak.

MoU akan dilakukan di Istana Negara, dan akan dihadiri oleh Presiden Jokowi


Diketahui, di bawah Menteri Bambang, realisasi penerimaan pajak dari Maret ke April 2015 tercatat melonjak 56,4 persen, yakni dari Rp 198,23 triliun menjadi Rp 310,1 triliun. Lonjakan ini terjadi berkat kontribusi pelaporan PPh badan dan tahun pembinaan pajak yang sudah terasa implikasi positifnya.

"Realisasi penerimaan pajak pada periode Maret-April 2015 tersebut lebih tinggi dari periode sama tahun lalu. Dilihat dari target penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp 1.296 triliun, realisasi dalam empat bulan 2015 sudah mencapai 24 persen," ungkap Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak, Mekar Satria Utama, beberapa waktu lalu.

Di luar masalah pajak, Menteri Bambang dinilai sebagai salah seorang Tim Ekonomi yang bisa menyelamatkan ekonomi Jokowi-JK. Dengan kapasitas dan kapabilitasnya, Bambang mampu berkomunikasi dengan DPR secara baik sehingga APBN Perubahan dapat disepakati antara DPR dan pemerintah sejak pertengahan Februari lalu.

Di tengah kondisi politik yang masih terasa terbelah dengan kondisi parlemen yang dikuasi oleh bagian non-pemerintah, Bambang menunjukkan kemampuannya, sehingga DPR misalnya menyetujui asumsi makro APBN Perubahan. Saat itu, banyak orang yang meragukan pemerintah bisa berkomunikasi dengan DPR. Dan faktanya, Menteri Bambang termasuk menteri yang memiliki kemampuan itu.

Dengan telah disepakatinya APBN Perubahan tersebut, maka program-program pembangunan Jokowi berupa pengembangan proyek infrastruktur maupun program untuk kesejahteraan rakyat bisa dijalankan. Bambang sudah membuka jalan anggaran kepada Jokowi-JK untuk bisa melaksanakan semua janji kampanye yang terangkum dalam Nawacita.

"Kegagalan tim ekonomi Jokowi-JK bukan dari sisi hulu Kementerian Keuangan melainkan dari sisi hilir yang misalnya tidak mampu menyerap anggaran yang sudah disediakan Menteri Keuangan dengan baik," kata pengamat ekonomi politik Hendri Satrio. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya