Berita

Mohamed Majdi/net

Dunia

Inilah Dua Kesamaan Nilai Indonesia dan Maroko

SELASA, 19 MEI 2015 | 18:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Maroko dan Indonesia merupakan dua negara yang memiliki akar sejarah hubungan  bilateral yang baik. Terjalinnya hubungan baik itu dilandasi oleh sejumlah persamaan karakteristik yang dimiliki oleh kedua negara.

Begitu dikemukakan Duta Besar Maroko untuk Indonesia Mohamed Majdi dalam acara "4th Meeting of Indonesian Alumni from Moroccoan Universities" yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta (Selasa, 19/5).

"Hubungan Indonesia dan Maroko diliputi dengan berbagi nilai toleransi dan moderat," katanya.


Sama halnya seperti Indonesia, menurutnya, Maroko sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim, memisahkan ranah agama dengan politik.

"Tidak ada ruang bagi proyek politik dalam wilayah agama. Sehingga agama tidak menjadi objek untuk kekuasaan," jelasnya.

Hal tersebut diamini oleh salah seorang akademisi senior yang pernah mengenyam pendidikan di Maroko, Arwani Sirodji yang turut hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut.

"Maroko merupakan negara yang moderat baik dalam beragama maupun politik, sama halnya seperti di Indonesia," ujar Arwani di hadapan belasan alumni sejumlah universitas di Maroko dan sejumlah staf Kedutaan Besar Maroko di Indonesia.

Terkait moderat dalam beragama, jelasnya, Maroko merupakan negara mayoritas Muslim dengan sejumlah kelompok minoritas, termasuk Yahudi.

"Tapi seperti di Indonesia, kelompok mayoritas dan minoritas bisa hidup berdampingan tanpa adanya diskriminasi," ujar Arwani.

Sedangkan moderat dalam berpolitik, tambahnya, pasca reformasi 1998, Indonesia mampu mempertahankan kestabilan politiknya tanpa memicu terjadinya konflik berkelanjutan di masyarakat. Hal itu tercermin dalam pelaksanaan pemilihan umum 2014 lalu.

Kestabilan politik serupa juga terjadi di Maroko. Kata Arwani, Maroko tidak terpengaruh ketika terjadi gelombang reformasi yang terjadi di sejumlah negara di Timur Tengah seperti Tunisia, Mesir, Suriah, dan Yaman.

"Saat perang berkelanjutan masih terjadi seperti di Suriah dan Libya, Maroko masih mampu stabil," ujar Arwani.

"Hal itu menunjukkan bagaimana moderatnya masyarakat Maroko sehingga bisa mengedepankan keutuhan bangsa ketimbang kepentingan politik semata," tandasnya.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya