Model hot Roro Fitria memastikan dirinya bukan artis berinisial RF seperti yang ramai di dunia maya. Buat yakinkan pembelaanÂnya, seharian kemarin, Roro mendatangi Mapolres Jakarta SelaÂtan dan Mapolda Metro Jaya.
Menggunakan mobil FerÂrari warna merah denÂgan nomor polisi B 12 ORO tiba di Mapolres Jaksel, pukul 10 pagi. Roro datang ditemani kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga serta Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI).
Kedatangan bintang film Bangkitnya Suster Ngesot itu untuk mengklarifikasi berita miring tentang dirinya yang dikaitÂkan sebagai artis yang suka menjajakan seks. Maklum, pasca ditangkapnya seorang muncikari papan atas, Robby Abbas (RA) oleh Polres Jaksel, sejumlah inisial nama-nama artis bisa dibooking bermunculan di dunia maya.
Salah satu daftar artis itu berinisial RF dengan tarif Rp 60 juta untuk
short time. Belakangan, banyak yang menyebut RF itu sebagai singkatan dari nama dari Roro Fitria. Maklum, sejak beberapa bulan ini Roro kerap tampil di media dengan memamerkan harta kekayaannya.
"Saya sangat dirugikan dalam hal ini, atas kesimpang-siuran. Kayak mas-mas perlu datang untuk menunggu saya. Dan saya menyempatkan diri untuk datang ke sini (Mapolres). Saya mau mengklariÂfikasi dan bertemu dengan RA," tuturnya saat tiba di Polres Jaksel.
Dengan menggunakan
blazer berkemeja merah dan rok hitam, model majalah pria dewasa itu ingin bertemu dengan RA dan pihak kepolisian. Kedatangannya memang tak ada panggilan khusus. Roro segera menuju lantai tiga gedung Mapolres.
Pelantun
Bawa Aku Melayang dan
JedÂag Jedug ini ingin klarifikasi terhadap pihak yang berwajib yaitu Kepolisian Resort Metro Jakarta Selatan.
"Bahwa saya tidak ada ikatan apa pun dengan RA. Bagi saya harga diri itu mutlak sangat melekat di diri individu seseorang. Saya tidak suka jika masih dikaitkan dengan kasus ini. Apalagi saya mendapat kerugian," katanya lagi.
Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan kaget melihat kedatangan artis berdada besar itu. "Saya kaget melihat kedatangan dia. Dia tidak diundang ke sini. Tidak ada pemeriksaan terhadapnya," ujar Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Aswin di Mapolres Metro Jakarta Selatan.
Namun, Roro Fitria tidak dapat bertemu dengan mucikari RA. Sebab, kata Aswin, orang tersebut tidak berkepentingan. "Tidak ada kepentingan," tuturnya.
Kendati demikian, kedatangan peremÂpuan 27 tahun itu membuahkan hasil. Roro senang karena pihak Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan telah menyatakan bahwa dia tidak ada sangkut pautnya dengan prostitusi artis yang dianggap sebagai kelas jetset di kalangan artis dan model yang dinaungi oleh RA.
"Jadi, tadi sudah terkonfirmasi di ReÂserse Jakarta Selatan. Dari Kasatserse, tidak ada sangkut pautnya Roro Fitria dengan kasus prostitusi itu dan inisial serta harga yang beredar bukanlah dari pihak kepolisian," kata Roro
Gagal bertemu RA, Roro beserta kuasa hukumnya pun banting setir. Kali ini, Polda Metro Jaya menjadi target kedua yang akan didatangi.Masih menggunakan mobil Ferarri merah, Roro tiba di Mapolda Metro Jaya, pukul 13.00 WIB.
Roro mengatakan, kedatangannya ke Polda Metro Jaya ini untuk membuat beberapa laporan. "Ya saya akan laporkan orang yang membuat lelucon dan orang orang yang menyebutkan bahwa saya terliÂbat dalam prostitusi tersebut." ujar Roro.
Pedangdut asal Yogyakarta ini sempat memperlihatkan meme di handphone kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga. Dalam video itu terlihat wanita cantik sedang menggunaÂkan handphone dan terkaget-kaget.
"Saya tidak suka jika masih dikaitkan dan memberikan anekdot ataupun lucu-lucuan di media sosial. Nama baik dan kehormatan di negara ini harus didahului. Hal ini juga sudah diatur. Kalau saya InÂsya Allah benar ya saya
fight karena saya mendapat kerugian," tambahnya.
"Klien kami akan membuat laporan di Polda Metro Jaya. Ada yang mulai menceÂmarkan nama klien kami," lanjut Sunan Kalijaga selaku kuasa hukum Roro.
Karena penyebaran video tersebut, Roro melalui kuasa hukumnya akan menindak oknum yang terkait pemÂbuatan video itu. "Saya senang sekali,
statement dari Kasatserse, maka saya mohon, pemberitaan ini tidak dilanjutÂkan. Semua statement dari media sosial, media
online ataupun yang menyudutkan saya mohon untuk tidak dilanjutkan," tambah Roro. ***