Berita

Titiek Soeharto/net

Wawancara

WAWANCARA

Titiek Soeharto: Tommy Nggak Niat Merebut Golkar, Emangnya Gampang Mimpin Partai

SELASA, 19 MEI 2015 | 09:58 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Hutomo Mandala Putra yang akrab disapa Tommy Soe­harto akhir-akhir ini muncul ke permukaan sengkarut Partai Golkar.

Tommy menggagas Munas Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar untuk menyelesaikan konflik di tubuh partai berlam­bang pohon beringin tersebut.

Melihat hal itu, kakak Tommy, Siti Hediati Hariyadi yang akrab dipanggil Titiek Soeharto men­gatakan, adiknya atau keluarga Cendana tidak berniat mengam­bil-alih Partai Golkar.


Namun, lanjut Titiek, sah-sah saja jika ada kader Partai Golkar yang ingin keluarga Cendana alias trah Soeharto (Presiden kedua RI) mengambil alih Partai Golkar agar konflik tak berkepanjangan.

"Kalau ada ngomong yang kayak gitu, sah sah saja. Tapi kami tidak mempunyai ambisi sep­erti itu," kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali, Titiek Soeharto, kemarin.

Apa benar seperti itu? Apa ini sinyal keluarga Cendana akan menguasai Partai Golkar. Simak wawancara Rakyat Merdeka denganTitiek Soeharto berikut ini:

Banyak yang bilang bahwa kader-kader menginginkan trah Soeharto mengambil alih Golkar?
Sah-sah saja orang berpendapat seperti itu ya. Tapi kita berada di kubunya Pak Aburizal Bakrie (ARB). Sebab, saya melihat den­gan mata kepala sendiri bahwa Munas di Bali yang sah dan legitimate, makanya saya berdiri selalu membela Pak ARB.

Apa Tommy Soeharto serius mendamaikan konflik Partai Golkar?
Dari dulu Tommy ingin men­damaikan. Dia juga akan bersiul lagi (kalau Golkar terus berkonf­lik). Sudahlah damai saja.

Tommy akan mempertemu­kan kedua kubu?
Dia mau mempertemukannya. Semua kan sudah mengimbau agar kedua kubu berbesar hati. Kita menjadi satu lagi, sama-sa­ma membesarkan Partai Golkar. Kita berjuang lagi bersama-sa­ma. Jangan kita mau dipecah.

Selain kedua kubu akur, apa sih sebenarnya yang diingink­an Tommy dan Anda?
Kita maunya Partai Golkar menjadi besar lagi. Kita pernah jaya dan besar. Nomor satu mem­berikan kesejahteraan pada rakyat Indonesia, yakni saat zaman Pak Harto, itu kata orang-orang. Itu bisa kita ulangi, tapi syaratnya bersatu. Kompak untuk sama-sama membangun bangsa ini.

Apa trah Soeharto ingin berdiri lagi membesarkan Partai Golkar?

Kami tidak mempunyai am­bisi untuk itu. Sama sekali tidak ada keinginan untuk ambil alih Partai Golkar. Emangnya gam­pang mimpin partai.

Bagaimana dengan Munaslub yang digagas Tommy?

Munaslub itu kan bukan anggapan kalau Tommy mau maju. Itu maksudnya untuk menda­maikan kedua kubu yang sedang berseteru, bukan bikin Munaslub supaya Tommy terpilih. Bukan itu maksudnya. Tommy nggak ada niat merebut atau ambil alih pimpinan Golkar.

Jadi apa maksudnya?
Kita hanya prihatin, dua saudara yakni Pak ARB dan Pak Agung saling berseteru. Padahal kita partai besar, yang selalu mengabdi kepada rakyat. Kita hanya ingin supaya kedua kubu bersatu lagi.

O ya, kubu ARB menang di PTUN, tanggapan Anda?
Kita semua bersyukur bahwa semua kebenaran membuktikan kubu kita yang menang. Mendiang Bapak saya selalu bilang becik ketitik olo ketoro yang artinya segala sesuatu yang baik itu akan terungkap, yang jelek juga akan ter­ungkap. Pokoknya, dengan kemenanganini kami ingin merangkul semua kader Golkar yang selama ini berseberangan dengan kubu kami. Kita akan konsolidasi dulu untuk menghadapi pilkada, galang semua kekuatan. Kita akan konsolidasi dan memperkuat Partai Golkar, tidak ada bersih-bersih. Semua harus bersatu membesarkan Golkar.

Kubu Agung akan banding, ini bagaimana?
Sah-sah saja kalau mau banding,terserah mereka. Tapi kan ini sudah jelas sudah diputuskan oleh PTUN bahwa kubu kami yang menang. Yang penting kader-kader kita di daerah su­paya bisa percaya diri lagi.

Bagaimana kira-kira reaksi Tommy mendengar ini?
Pastinya Tommy juga pasti senang. Alhamdulillah kami menang. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya