Berita

Ketum PBNU Said Aqil Siradj/ist

Gus Mus dan Kang Said: Pilih Pemimpin Berilmu

MINGGU, 17 MEI 2015 | 16:21 WIB | LAPORAN:

Pejabat Rais' Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Mustofa Bisri mengatakan pentingnya memilih pemimpin yang bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

"Nahdlatul Ulama didirikan dengan silsilah dan keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan. Mulai dari pendiri Mbah Hasyim Asy’ari sampai Gusti Allah," kata Gus Mus dalam sambutannya di pembukaan pra Muktamar NU ke-33 di Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan, Sumatera Utara, Minggu (17/5).

Pra Muktamar edisi ketiga sebagai rangkaian Muktamar NU ke-33 yang diselenggarakan di Medan pada 16-17 Mei 2015. Ajang ini mengangkat tema 'Kedaulatan dan Pemerataan Ekonomi (Konsep dan Perundang-undangan)'. Juga akan diisi dengan seminar dan focus group discussion yang membahas isu-isu ekonomi keumatan.


Terkait tema pra Muktamar, Gus Mus menganggap penting untuk pengurus NU memberikan menawarkan masukan dan jalan keluar kepada pemerintah dalam meningkatkan derajat ekonomi masyarakat.

"Warga NU kebanyakan rakyat jelata yang jarang tersentuh ekonominya. Padahal sila kelima Pancasila adalah Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, maka wajar kalau sekarang pengurus NU membahas isu ekonomi. Semoga pembahasan ini nanti menghasilkan hal-hal positif untuk kepentingan umat," urai Gus Mus.

Sementara, Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj sejalan dengan pemikiran Gus Mus tentang kriteria pemimpin NU dengan keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan. Untuk bisa mendapatkan pemimpin semacam itu, salah satunya dapat dilakukan melalui jalan musyawarah mufakat.

"Tugas kita untuk menjaga haibatul ulama, karomatul ulama. Makanya PBNU menawarkan metode ahlul halli wal aqdi, pemilihan Rais' Aam melalui musyawarah mufakat, bukan mengadu ulama secara terbuka," katanya.

Kang Said, demikian kiai penyandang gelar profesor ini disapa di kesehariannya, terkait kriteria keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan untuk pemimpin NU menyebut keharusan menguasai beberapa kitab klasik. Diantaranya Fathul Wahab, Fathul Muin, tafsir Ibnu Katsir, Uslul Fiqh Jam'ul Jawami', dan kitab-kitab lainnya.

Selain keilmuan, Kang Said juga menyebut kriteria-kriteria lain pemimpin NU seperti berilmu cerdas (alim), sederhana (zuhud), dan wara. Keriteria pemimpin NU dengan keilmuan bisa dipertanggungjawabkan yang disebutkan Gus Mus dan Kang Said diamini pengurus wilayah dan cabang yang hadir di pra Muktamar di Medan.

"Memang di AD/ART kita tidak disebutkan kriteria-kriteria itu tapi justru itulah yang kita inginkan, itu yang dibutuhkan NU. Pemimpin harus berilmu yang ilmunya bisa dipertanggungjawabkan, sederhana, wara’, dan tidak membawa-bawa NU ke ranah politik," ungkap Ketua PCNU Sijunjung, Sumut, Bustamam Habib. [wah]  

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya