Berita

jusuf kalla/bbc

PENGUNGSI ROHINGYA

JK: Tak Mudah Cari Kerja di Indonesia

SABTU, 16 MEI 2015 | 11:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan posisi Indonesia dalam kasus pengungsian warga Myanmar keturunan Bangladesh, yang kerap disebut Rohingya. Ratusan orang Rohingya yang terkatung-katung di lautan dalam pelarian mereka akhirnya mendarat di Aceh, Indonesia.

Dalam wawancara dengan BBC, Wapres JK mengatakan bahwa para pengungsi itu sebenarnya tidak ingin mendarat di Indonesia. Sementara pewawancara yang tidak tampak di layar bertanya tentang sikap resmi pemerintah Indonesia dalam menghadapi pengungsi Rohingya.

"Because in Indonesia not easy to have a work. Usualy they are going to Australia or going to Malaysia for instance. Easy to have a job there. But in Indonesia not easy," ujar JK dalam bahasa Inggris.


"Their target not Indonesia’s water," sambungnya.

Pewawancara dari BBC lantas bertanya kepada JK: Bagaimana bila sebuah pesawat Boeing 747 menyatakan situasi darurat (may day) dan minta izin mendarat di wilayah Indonesia, apakah Indonesia akan memberikan kesempatan kepada pesawat itu untuk mendarat?

"Mereka bisa mendarat. Sama seperti kapal ini," ujarnya.

Sang pewawancara pun bertanya lagi, dan meminta ketegasan, apakah sikap Indonesia menghadapi pengungsi Rohingya yang mendarat di Indonesia adalah: Langsung mengirim mereka ke tempat asal mereka atau memberikan kesempatan kepada mereka untuk mendapatkan perawatan, dan akhirnya meminta mereka kembali ke tempat asal mereka.

Menjawab pertanyaan ini, JK kembali menegaskan bila ada persoalan emergency tentu Indonesia akan membantu. Tetapi, sekali lagi, kata JK, target para pengungsi adalah negara lain. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya