Berita

Dunia

Prinsip Kebijakan Luar Negeri Rusia Sama dengan Indonesia

JUMAT, 15 MEI 2015 | 22:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Prinsip-prinsip kebijakan luar negeri Indonesia dan Rusia memiliki kesamaan.

Jika Indonesia senantiasa mendorong kerjasama bagi terciptanya tatanan dunia yang lebih adil, seimbang, dan menggambarkan realitas politik dan ekonomi dunia, kebijakan luar negeri Rusia menginginkan terwujudnya dunia yang multipolar, setara dan mengakomodasi keanekaragaman budaya dan agama.

Selain itu, Rusia juga menolak dominasi negara tertentu dalam percaturan politik dan ekonomi global.


Demikian benang merah pertemuan Duta Besar Dr. Djumala, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Kebijakan (BPPK) Kemlu dengan Duta Besar Alexander A. Tokovinin, Direktur Departemen Perancangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri Rusia, dalam The 5th Policy Planning Dialogue (PPD) RI-Rusia pada 13 Mei 2015 di Gedung Kemenlu Rusia, Moskow.

Dubes Tokovinin menambahkan bahwa Russian Foreign Policy Concept 2013 telah mengantisipasi meluasnya globalisasi dan munculnya kekuatan politik ekonomi baru dunia.

"Kebijakan luar negeri Rusia didasarkan pada prinsip penghormatan terhadap hukum internasional, kerjasama mengatasi masalah global, kerjasama ke segala arah, tidak bersifat konfrontatif. dan saling menguntungkan," ujar Dubes Tokovinin.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 4 jam tersebut, Dubes Djumala yang didampingi staf KBRI Moskow dan Kemlu RI juga menjelaskan kebijakan Presiden Joko Widodo mengenai doktrin poros maritim (maritime fulcrum) dan kebijakan luar negeri Indonesia yang berlandas pada konsep Trisakti.

Konsep demikian merupakan guiding principles bagi implementasi diplomasi RI yang membumi (down-to-earth), bermanfaat secara konkrit bagi rakyat (diplomacy for the people), serta mengedepankan kepentingan nasional (fighting for the national interests).

"Sebagai negara kepulauan, infrastruktur pelabuhan di Indonesia misalnya perlu dikembangkan dan Indonesia membuka peluang seluasnya bagi kerjasama kemaritiman dengan negara sahabat termasuk Rusia," ujar Dubes Dr. Djumala.

Kedua pihak membahas pula topik-topik yang menjadi perhatian bersama, seperti konflik dan radikalisme di Timur Tengah, ISIS, Trans-Pacific Partnership (TPP), Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), ASEAN, serta krisis Ukraina.

Pada sore harinya, delegasi RI berkunjung ke kampus Universitas MGIMO (Moscow State Institute of Foreign Relations) dan diterima Direktur ASEAN Center MGIMO Dr. Viktor Sumskiy.

Dalam pertemuan, Dubes Dr. Djumala antara lain menjelaskan dan berdiskusi mengenai perkembangan terbaru kebijakan luar negeri RI serta isu-isu menonjol di kawasan Asia Pasifik dan Eropa. (Sumber KBRI Moskow). [dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya