Berita

Golkar Ical: Revisi UU Pilkada Bukan Soal Kuat-kuatan

JUMAT, 15 MEI 2015 | 22:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Golkar kubu Aburizal Bakrie optimis Undang-Undang Pilkada dapat direvisi.

Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengatakan revisi menjadi kebutuhan dalam mengatasi adanya pertikaian atau dualisme kepengurusan suatu parpol.

"Revisi ini bukan hanya untuk kebutuhan sesaat saja tapi juga untuk jangka panjang. Siapa yang bisa menjamin PDIP atau bahkan PD yang baru saja selesai kongres tidak ada persoalan dimasa mendatang?" kata dia kepada redaksi, Jumat (15/5).


Menurut dia, keikutsertaan parpol peserta pemilu dalam pilkada adalah suatu keniscayaan yang dijamin UU. Namun persoalan yang harus dicarikan solusinya adalah manakala ada parpol yang memiliki dualisme kepengurusan.

Dalam UU memang sudah diatur yang berhak adalah yang mengantongi SK Menkumham. Namun kalau SK-nya kemudian ditunda keberlakuannya oleh putusan sela pengadilan karena bermasalah, belum diatur dalam UU.

"Tentu ini akan menjadi debatabel yang tidak akan ada ujungnya," imbuh Bamsoet, demikian Bambang Soesatyo disapa.

Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI itu mengingatkan, kebutuhan revisi UU Pilkada bukan soal menang-menangan atau kuat-kuatan, tetapi  terkait persoalan bangsa yang harus dicarikan jalan keluar.

"Apa pemerintah, KPU dan keamanan siap mengatasi gesekan akar rumput kalau aturan main tdk secara jelas mengatur (dalam bentuk UU) ketika ada pihak yg tdk boleh ikut pilkada?" tukasnya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya