Berita

maneger nasution

Penelantaran Anak, 'Gelar' Darurat Indonesia Bertambah

JUMAT, 15 MEI 2015 | 17:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penelantaran lima anak oleh kedua orang tuanya yang tinggal di Cibubur, Bekasi, mengejutkan publik Indonesia. Kasus ini semakin menyempurnakan lima gelar darurat bangsa ini.

"Yaitu darurat korupsi, narkoba, pornografi/aksi/prostitusi, HAM, dan darurat anak," ucap Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution, dalam keterangannya petang ini (Jumat, 15/5).

Agar hal tersebut tak kembali terulang, dia menegaskan, kurikulum smart parenting harus masuk dalam sistem pendidikan nasional. "Kasus-kasus penelantaran anak yang muncul, selalu berawal dari kesalahan pola asuh di rumah tangga," ungkapnya


Kedua, perlu optimalisasi sosialisasi UU Perlindungan Anak kepada publik. Sehingga publik mengetahui kewajiban dan haknya ketika berumah tangga, utamanya terhadap anak.

Ketiga, mendorong partisipasi aktif publik untuk meningkatkan kepedulian lingkungan yang tidak ramah anak. Peran serta itu setidaknya dengan melaporkan kepada kepala lingkungan masing-masing dan pihak berwajib terdekat manakala melihat ada perlakuan yang tidak ramah anak di lingkungannya.

"Inilah salah satu cara mendobrak gegar budaya yaitu budaya permisiv masyarakat. Tidak mustahil kasus itu adalah gejala gunung es," jelasnya.

Keempat, dia mendorong negara khususnya penegak hukum untuk menuntaskan setiap kasus penelantaran anak secara tuntas dan profesional.

"Ada baiknya diberlakukan pemberatan hukuman bagi pelaku untuk penjeraan, di samping pidana umum, juga pidana anak dan pidana pelanggaran HAM khususnya hak anak," demikian Maneger Nasution.

Pasangan suami istri tersebut, Utomo Perbowo dan Nur Indria, sudah diamankan Kepolisian. Keduanya dijerat UU 35/2014 Pasal 76 b mengenai penelantaran dan perlakuan salah terhadap anak dengan ancaman hukuman lima tahun penjara serta denda Rp 100 juta. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya