Berita

ilustrasi/net

Dunia

Wanita Ini Ngaku Dokter Meninggalkan Ponsel di Perutnya Saat Persalinan

KAMIS, 14 MEI 2015 | 16:33 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang wanita Yordania mengklaim bahwa dokter yang membantu proses persalinannya telah meninggalkan ponsel di dalam perutnya.

Wanita berusia 36 tahun bernama Hanan Mahmoud Abdul Karim itu diketahui dirawat di rumah sakit swasta di Amman Yordania untuk melakukan operasi caesar pada tanggal 24 April lalu.

Hanan mengklaim bahwa selama prosedur operasi, dokter telah meninggalkan ponsel di dalam perutnya.


Kepada Gulf News seperti dimuat Daily Mail pada Rabu (13/5), sang ibu, Majeda Abdul Hamid menyebut bahwa putrinya telah melahirkan anak laki-laki dengan bobot 4.8kg. Setelah kondisi putrinya stabil, ia pun pulang dari rumah sakit.

Namun tak lama setelah meninggalkan rumah sakit, sang putri mengaku merasakan ada getaran di dalam perut dan ia menderita sakit.

"Putriku menderita sakit serius dan tidak bisa bergerak," kata Majeda Abdul Hamid.

"Aku membawanya kembali ke rumah sakit tempat dia dirawat, tapi tidak ada yang dilakukan untuknya," sambungnya.

Hanan pun kemudian dilarikan ke rumah sakit umum Al Bashir untuk mendapatkan penanganan di mana sinar-X menemukan ada benda asing di dalam perutnya.

Ia mengklaim bahwa ahli bedah segera melakukan operasi untuk mengeluarkan ponsel dari dalam perutnya.

Kasus Hanan pun kemudian diseret ke parlemen Yordania. Seorang anggota parlemen Salim Al Bataynah meminta pemerintah Yordania untuk mengundurkan diri karena lalai dengan insiden itu.

"Di negara-negara yang menunjukkan rasa hormat kepada bangsa mereka, dan mengikuti skandal tersebut, pemerintah biasanya mengundurkan diri," sebutnya.

Namun juru bicara Kementerian Kesehatan Yordania Hatem Al Azrae menyebut bahwa cerita Hanan tersebut tidak berdasar dan dibuat-buat. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya