Berita

IWAN SUMULE/net

Politik

RESHUFFLE KABINET KERJA

Survei IDM: Ternyata yang Salah Bukan Menteri...

KAMIS, 14 MEI 2015 | 10:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Meski kinerja pemerintahan Jokowi-JK tidak memuaskan dan belum terlihat tanda-tanda menuju perbaikan, namun publik belum mengingankan saat ini dilakukan reshuffle kabinet.

Demikian potret survei Indonesia Development Monitoring (IDM) yang dilakukan pada 18 April-28 April 2015.

Direktur Eksekutif IDM, Iwan Sumule, mengatakan, sebanyak 64.8 persen publik tidak menginginkan Presiden Jokowi melakukan kebijakan politik, yaitu mereshuffle Kabinet Kerja.


"Yang menyarankan Presiden Jokowi melakukan reshuffle hanya 27.3 persen," sebut dia kepada redaksi, Kamis (14/5).

Ketidakpuasan publik terhadap kinerja pemerintah, kata Iwan Sumule, bukan ditujukan kepada menteri, akan tetapi langsung kepada Presiden Jokowi.

"Dari survei pendapat masyarakat mengatakan bahwa sekalipun digantikan menterinya berkali-kali, tetap tidak akan ada perubahan karena masalahnya bukan pada kemampuan para menterinya, tapi kepada Presiden Jokowi," sebutnya.

Presiden Jokowi dinilai kurang mendapat dukungan politik dari pendukungnya. Serta ketidakmampuannya membangun komunikasi politik yang baik dengan PDIP dan para donatur-donaturnya serta relawannya saat pilpres lalu.

"Masyarakat kini juga mulai meragukan kemampuan Jokowi ngurus negara Indonesia yang komplikatif," papar Iwan Sumule.

Berikut hasil survei IDM, ketidakpuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi dari berbagai bidang; 90,5 persen di bidang ekonomi; 80,7 persen di bidang hukum; 59,2 persen di bidang politik; 79,2 persen di bidang keamanan; 75,2 persen di bidang pendidikan; 90,8 persen di bidang tata kelola pemerintahan.

Survei IDM mengunakan metode multi stage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin error +/- 2,7 persen, dengan jumlah responden 1.250 orang. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya