Berita

idrus marham/net

Politik

Idrus Marham Ingatkan Pemerintah Tak Halangi Golkar dan PPP Ikut Pilkada

RABU, 13 MEI 2015 | 15:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Partai Golkar mengingatkan kepada pemerintah khususnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan kubu Koalisi Indonesia (KIH) untuk tidak menghambat upaya revisi UU Pilkada dan UU Parpol. Pasalnya, langkah tersebut untuk kepentingan bersama dan bukan untuk kepentingan kelompok tertentu.

"Kita ingin kembangkan politik kebersamaan dan bukan untuk jegal menjegal demi memaksakan kehendak," ujar Sekjen DPP Golkar kobu Munas Bali Idrus Marham, Rabu (13/5).

Untuk itu, bekas Ketua KNPI itu mengajak kubu KIH dan pemerintah bersama-sama memajukan bangsa dan tidak mementingkan kelompoknya sendiri-sendiri.


Namun Idrus menyayangkan bila ada upaya dari kubu lain yang mengambil kesempatan agar Golkar dan PPP tidak bisa ikut Pilkada.

"Itu cara berpikir kelompok yang tidak fair dan bukan cara berpikir kebangsaan," kata dia.

Walaupun demikian, Idrus juga enggan disebut mengemis-ngemis agar dua UU tersebut direvisi. Sebab, itu untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Kita mengedepankan politik kebersamaan yang sudah kita tunjukkan selama ini," kata dia.

Apalagi selama ini, kata Idrus seluruh program pemerintah selalu didukung KMP. "Hubungan KMP dengan Jokowi-JK sangat bagus dan tidak ada kendala sedikitpun," kata Idrus.

Untuk itu, dia menilai salah apabila ada anggapan orang bila KMP dibuat untuk menjegal setiap program pemerintah.

"Itu tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta. Tapi isu itu dikembangkan orang di luar untuk merusak KMP," tukas mantan ketua Komisi II DPR RI itu. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya