Berita

ilustrasi konflik suriah/net

Dunia

5,1 Juta Warga Suriah Rentan Terkena Bahan Peledak

SELASA, 12 MEI 2015 | 12:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sekitar 5.1 juta warga Suriah hidup di wilayah yang rentan dari senjata peledak. Pasalnya, banyak bahan peledak yang jatuh ke tanah namun gagal meledak. Hal itu tentu memicu ancaman mematikan, karena bahan peledak tersebut masih berpotensi untuk meledak.

Begitu hasil studi terbaru yang dilakukan oleh kelompok bantuan Handicap Internasional seperti dimuat Channel News Asia (Selasa, 12/5).

Studi tersebut didasarkan pada penelitian yang dilakukan kepada 78 ribu insiden kekerasan yang terjadi selama Perang Suriah terjadi, tepatnya pada periode Desember 2012 dan Maret 2015. Dari penelitian itu ditemukan bahwa lebih dari 80 persen senjata yang terlibat dalam perang merupakan senjata-senjata berat seperti roket, mortir, dan bom. Sebagian di antaranya jatuh ke tanah namun gagal meledak.


"Suriah akan memberikan warisan mematikan senjata peledak selama bertahun-tahun," kata Koordinator Regional dari Handicap International Anne Garella.

Studi yang sama juga menemukan bahwa ada tiga perempat dari insiden itu terjadi di daerah-daerah padat penduduk dan kota-kota besar.

"Hal ini menunjukkan bahwa pihak yang berperang tidak punya niat untuk secara efektif untuk membedakan antara warga sipil dan kombatan. Hal ini merupakan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional," begitu bunyi laporan tersebut.

Di antara semua wilayah di Suriah yang paling parah terkena dampak adalah wilayah Aleppo, Deraa, Homs, Idlib dan Pedesaan Damaskus.

Studi tersebut dilakukan dengan melakukan analisalaporan berita, media sosial dan data dari PBB serta organisasi non-pemerintah.

Merujuk pada data yang dimiliki oleh PBB, memasuki tahun kelima pada tahun ini, konflik Suriah diketahui telah menelan setidaknya 220 ribu korban jiwa. Sementara itu menurut data Syrian Observatory for Human Rights, konflik Suriah telah melukai lebih dari 1.5 juta jiwa lainnya. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya