Berita

ilustrasi/net

Politik

Kembali Diingatkan, Presiden Jokowi Butuh Jubir

SELASA, 12 MEI 2015 | 08:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Perkembangan program dan kebijakan pemerintah saat ini perlu diketahui secara benar oleh publik luas. Keberadaan jurubicara (jubir) akan memudahkan Presiden untuk menyampaikan kebijakannya secara cepat, tepat dan teliti.

Direktur Eksekutif Centre for People Studies and Advocation (CePSA), Sahat Martin Philip Sinurat mengatakan berbagai kesimpangsiuran informasi yang terjadi selama ini telah mengendurkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Jubir kepresidenan akan membantu membumikan kebijakan Presiden Jokowi ke tengah masyarakat.

"Jubir akan sangat penting fungsinya untuk memberikan gambaran secara luas tentang kegiatan pemerintah, khususnya Presiden," sebut Sahat dalam keterangannya, Selasa (12/5).


Sejak awal menjadi Presiden, bahkan selama menjadi Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi ingin menyampaikan kebijakannya secara langsung tanpa harus dibantu jubir. Menurut Sahat, ini adalah bentuk pertanggungjawabannya untuk menghadapi sendiri setiap pendapat setuju maupun tidak setuju dari masyarakat. Presiden Jokowi seringkali memberi pernyataan langsung kepada rakyat melalui media. Para menteri juga diminta untuk berbicara sesuai bidangnya dan menjelaskan kepada publik mengenai tugas dan kebijakannya.

"Tanggung jawab berarti bahwa orang tidak boleh mengelak, bila diminta penjelasan tentang perbuatannya. Presiden Jokowi sebenarnya ingin menanamkan hal ini kepada dirinya dan para menteri. Sayangnya yang justru terjadi adalah perbedaan pendapat antara Jokowi dan menteri-menterinya. Jurubicara dapat membantu Presiden berkoordinasi dengan para menteri dalam menyiapkan pernyataan yang akan disampaikan kepada publik," kata Sahat.

Jelas dia, jubir yang akan ditunjuk oleh Presiden harus dapat dipercaya dan memahami visi perubahan yang ada di benak Presiden. Jubir juga harus tenang, cerdas, profesional, dan memiliki jejaring dengan masyarakat luas serta media massa.

"Yang paling utama jubir bukan orang partai. Sebaiknya jubir berasal dari kalangan akademisi sehingga pernyataan yang disampaikan tidak sekedar opini dan dapat dipertanggungjawabkan," lanjut Sahat.

Ia menambahkan, berbagai kebijakan dan program pemerintah yang baik harus dapat disuarakan dan dibumikan dengan benar ke tengah-tengah rakyat. (Baca: Pengangkatan Teten dan Sukardi Isyaratkan Presiden Tak Punya Jubir)

"Presiden Jokowi tetap dapat menyampaikan pendapat dan kebijakannya secara langsung untuk isu dan kebijakan yang sangat penting bagi kepentingan rakyat. Namun untuk sehari-hari ataupun apabila beliau berhalangan, media massa akan mudah mengetahui pendapat ataupun tanggapan pemerintah terhadap isu atau kebijakan yang baru saja terjadi melalui jubir kepresidenan. Juru bicara dapat menjadi penyambung Presiden dengan rakyat dan media massa," demikian Sahat. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya