Berita

osama bin laden/net

Dunia

Obama Bohong Soal Kematian Osama Bin Laden?

SENIN, 11 MEI 2015 | 12:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang jurnalis investigasi Amerika Serikat Seymour Hersh menyebut bahwa narasi Presiden Amerika Serikat Barack Obama soal pembunuhan mantan pemimpin Al-Qaeda Osama Bin Laden adalah palsu.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di situs London Review of Books pada Minggu (10/5), Hersh menulis bahwa kebohongan tingkat tinggi masih menjadi modus operandi dari kebijakan Amerika Serikat, bersamaan dengan penjara rahasia, pasukan khusus serangan pesawat tak berawak, dan rantai komando.

Dengan merujuk keterangan dari pensiunan pejabat senior Amerika Serikat, Hers menjelaskan soal bagaimana pembunuhan Osama adalah titik tertinggi masa pemerintahan Obama yang pertama dan juga merupakan faktor utama dari keterpilihannya kembali di pemilu berikutnya.


"Gedung Putih masih mempertahankan bahwa misi tersebut adalah urusan semua warga Amerika Serikat dan para jenderal senior militer Pakistan dan badan Inter-Services Intelligence (ISI) tidak diberitahu soal penggerebekkan (Osama) dari awal. Ini adalah palsu, karena banyak elemen lain," kata Hersh.

"Kebohongan yang paling mencolok adalah bahwa dua pemimpin militer paling senior Pakistan yakni Jenderal Ashfaq Parvez Kayani, kepala staf militer, dan General Ahmed Shuja Pasha, direktur jenderal ISI tidak pernah diberitahu tentang misi Amerika Serikat," sambungnya seperti dimuat Press TV.

Ia juga menjelaskan bahwa Osama telah dipenjara oleh ISI di kompleks Abbottabad sejak tahun 2006.

Diketahui, Amerika Serikat pada 2 Mei tahun 2011 mengatakan bahwa Osama telah tewas di tangan pasukan Amerika Serikat di Abbottabad, Pakistan.

Sejumlah media kemudian melaporkan bahwa pemerintah Amerika Serikat berupaya menyembunyikan file tentang dugaan serangan militer Amerika Serikat pada Osama.

Kurangnya transparansi atas kematian bin Laden telah menimbulkan keraguan lebih lanjut atas pengumuman tersebut.

Namun demikian, tidak ada konfirmasi lebih lanjut terkait tulisan Hersh tersebut dari Gedung Putih. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya