Berita

Pemkot harus Cepat dan Tepat Atasi Semua Persoalan Pasca Pasar Johar Terbakar

SENIN, 11 MEI 2015 | 10:32 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kebakaran Pasar Johar Semarang Sabtu malam menyisakan berbagai persoalan yang harus disikapi secara cepat dan tepat. Maka harus ada langkah langkah taktis dan strategis yang harus segera diambil oleh pihak Pemerintah Kota Semarang.

"Agar beban derita para pedagang lekas terobati," tegas Ketua DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Imam Hadi Kurnia dalam keterangan persnya (Senin, 11/5).

Untuk itu, DPP IKAPPI merekomendasikan agar Pemkot Semarang segera menambah jumlah damkar dan melakukan pemadaman di semua titik api yang masih menyala serta segera lakukan pendinginan.
"Selama titik api masih ada maka proses evakuasi barang dan investigasi penyebab kebakaran akan menemui kendala," tegasnya.

"Selama titik api masih ada maka proses evakuasi barang dan investigasi penyebab kebakaran akan menemui kendala," tegasnya.

Selain itu, Pemkot Semarang harus segera menurunkan tim pisikologis dan kesehatan guna menanggulangi beban psikologis pedagang yang banyak terguncang.

"Pemerintah Kota Semarang juga harus segera melakukan pendataan pedagang korban kebakaran serta jumlah kerugian yang mereka terima sesegera mungkin. Pastikan pedagang korban kebakaran terdata dan tidak ada yang terlewatkan," ungkap Imam.

Dia juga mengatakan, Pemkot Semarang wajib memastikan percepatan pembangunan tempat berdagang sementara (penampungan) di wilayah pasar johar, agar pedagang tidak larut dalam duka dan bisa segera berdagang kembali.

"Pemerintah Kota Semarang maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera mengupayakan pemberikan modal awal untuk korban kebakaran dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat melalui Kementrian terkait  agar mereka dapat segera kembali berdagang dan melanjutkan roda ekonomi keluarga," tekannya.

Tak kalah penting, Pemkot Semarang harus berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk mengupayakan pemutihan hutang (kredit) para pedagang korban kebakaran pasar Johar.

"Tidak menggunakan pihak ketiga (investor) dalam pembangunan kembali pasar Johar dengan mengupayakan dan memanfaatkan anggaran dari pemerintah pusat serta dana pendampingan dari pemerintah provinsi serta pemerintah kota," tandasnya. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya