Berita

ilustrasi/net

Perombakan Kabinet Harus Murni Berdasarkan Evaluasi Kinerja!

SENIN, 11 MEI 2015 | 03:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Di usia pemerintahan yang belum satu tahun, tidak masalah Presiden Joko Widodo mereshuffle kabinet kerja. Namun, hal itu harus dilakukan bukan dalam rangka memenuhi birahi politik elit politik tertentu.

"Jika memang Jokowi mau melakukan reshufle maka itu harus berdasarkan pertimbangan kinerja menteri, bukan pertimbangan politik," ujar Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persatuan Nasional Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Seluruh Indonesia (PENA ISMSI), Fuad Bachmid dalam keterangannya, Minggu (10/5).

Dia setuju Presiden Jokowi melakukan bongkar pasang kabinet tapi harus murni dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja.


Menurutnya Presiden Jokowi harus paham betul bahwa dorongan reshufle dari sebagian besar kalangan kelompok civil society hanya bertujuan untuk mau memperbaiki kinerja, bukan politik akomodatif apalagi mencoba untuk mengakomodir parpol-parpol diluar koalisi pemerintahan.

"Buat apa reshuffle hanya karena pertimbangan dorongan dari KMP dan KIH, apakah ada jaminan menteri yang baru nanti lebih baik dari yang ada sekarang? Jika mereka lebih buruk maka sama halnya keluar dari sarang harimau masuk lubang buaya," paparnya.

Oleh karena itu Fuad mengharapkan bahwa politik bongkar pasang koalisi tidak terjadi saat sekarang ini, sebab hal itu justru membuat citra Jokowi semakin terpuruk. Publik bisa dipastikan akan berkesimpulan bahwa kepemimpinan Jokowi lebih pragmatis ketimbang pemerintahan sebelumnya karena cenderung mengambil keputusan yang transaksional.

"Jokowi tidak boleh diatur oleh spesialis tukang lobi, sebab jika itu terjadi maka akan menjadi ancaman serius buat keberlangsungan pemerintahan kedepan. Lobi politik bongkar pasang oleh segelintir elite terhadap Jokowi merupakan penyanderaan terhadap citra Jokowi sendiri dan itu akan menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja," ungkapnya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya