Berita

menkeu bambang brodjonegoro/net

SURVEI KEDAI KOPI

Reformasi Pajak Ibarat Hujan di Musim Kemarau

MINGGU, 10 MEI 2015 | 20:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Reformasi sektor pajak dan bea cukai merupakan satu-satunya kebijakan pemerintahan Joko Widodo sejauh ini yang mendapatkan apreasiasi positif dari kalangan masyarakat.

Hal ini diketahui dari survei opini publik yang dilakukan Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai KOPI) terhadap 450 responden di Jabodetabek selama sepekan terakhir bulan April lalu.

Survei tersebut memiliki Margin of Error plus dan minus 4,62 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.


Menurut Jurubicara Kedai Kopi, Hendri Satrio, ketika memaparkan hasil survei di Kedai Tjikini, Jakarta, Minggu siang (10/5), responden yang dijadikan sample dipilih secara acak (probability sampling) dan menggunakan metode sample acak bertingkat (multistage random sampling) dan memperhatikan proporsi antara jumlah sample dengan jumlah pemilih di setiap kota.

"Unit sampling primer survei atau PSU dalam survei ini adalah kelurahan. Jumlah responden masing-masing PSU adalah 10 orang yang tersebar secara proporsional di 45 kelurahan terpilih di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi," ujar Hendri Satrio.

Dalam survei Kedai Kopi menanyakan opini responden terhadap enam kebijakan strategis pemerintah di bidang ekonomi. Keenam kebijakan itu adalah, naik-turun harga BBM, impor beras, kenaikan tarif dasar listrik, kenaikan harga gas, reformasi pajak-bea cukai, dan posisi anggota tim sukses di BUMN.

Hanya reformasi pajak dan bea cukai yang diapresiasi publik dengan tingkat apresiasi 57,1 persen.

Adapun lima kebijakan ekonomi lainnya mendapatkan nilai merah. Kenaikan harga gas paling direspon negatif yakni 92 persen, diikuti kenaikan TDL (90 persen), naik-turun harga BBM (83,6 persen), impor beras (78,9 persen), dan posisi tim sukses di BUMN (65,6 persen).

"Dapat dikatakan, reformasi pajak dan bea cukai ini ibarat hujan yang turun di musim panas. Cukup menyegarkan," ujar Hendri Satrio yang juga dosen Universitas Paramadina.

Hendri Satrio juga mengatakan, publik perlu membantu program Kementerian Keuangan meningkatkan pendapatan sektor pajak, karena bagaimanapun sampai saat ini sektor pajak masih menjadi pintu masuk utama pendapatan negara.

Bulan April lalu, Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro mengenalkan motto baru kementerian yang dipimpinnya dalam memompa pendapatan sektor pajak, "reach the unreachable, touch the untouchable".

Kementerian Keuangan juga memberlakukan sunset policy atau penghapusan sanksi administrasi bagi keterlambatan membayar pajak. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya