Berita

ilustrasi/net

30 Rumah Semi Permanen Sudah Dibangun untuk Korban Longsor Pangalengan

MINGGU, 10 MEI 2015 | 15:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemerintah segera melakukan evaluasi dan relokasi terkait bencana tanah longsor yang menimpa Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

"Sudah lima hari pasca kejadian dan standar penanganan bencana tujuh hari dan segara akan dilakukan evaluasi terhadap proses penanganan dan relokasi," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam keterangannya, Minggu (10/5).

Bagi para korban bencana disiapkan relokasi hunian untuk 30 Kepala Keluarga (KK) dari 70 KK dan para korban yang sebagian besar pegawai PTPN VIII. Kemensos dalam posisi berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.


"Kemensos dalam posisi siap memberikan support untuk isi hunian tetap (huntap) di tempat relokasi, dan permukiman baru disediakan," sebutnya.

Selain itu, Bupati telah menyatakan kondisi darurat atas bencana yang terjadi. Sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi), Kemensos menyiapkan jatah hidup (jadup) yang diberikan kepada para korban bencana selam 90 hari.

"Pada masa tanggap darurat pasca bencana, Kemensos menyiapkan jadup Rp 10 ribu perorang untuk 90 hari. Hal itu bisa dilakukan jika ada surat dari Bupati dan dengan model sharing budgeting dengan APBD tingkat provinsi dan kabupaten," ucapnya.

Saat ini, di tempat relokasi sudah disiapkan 30 rumah semi permanen dan 40 sisanya segera dibangun agar para korban segera bisa bekerja seperti semula dan menata kembali kehidupan serta mendapatkan tempat aman.

"Mereka pada dasarnya karyawan PTPN VIII. Untuk daerah-daerah yang masuk zona merah sebaiknya tidak diperbolehkan dijadikan tempat hunian warga karena kemungkinan terjadi longsor dan bencana lainnya sangat rawan," pintanya.

Tanah longsor menimbun permukiman yang dihuni 55 KK yang mengakibatkan sejumlah fasilitas umum rusak, seperti jalan dan perkebunan. Kurang lebih sebelas rumah di RW 15 di kampung itu mengalami rusak parah.

Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari. Untuk proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari tim TNI dan Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), BASARNAS, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta para relawan. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya