Berita

Sylviani Abdul Hamid

Sylviani: Bukan Solusi TNI Jadi Penyidik KPK

MINGGU, 10 MEI 2015 | 07:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wacana KPK merekrut penyidik dari kalangan TNI kembali mencuat, terutama menyusul baru-baru ini pimpinan dan beberapa penyidik KPK dinilai telah dikriminalisasi oleh Kepolisian. Wacana agar TNI masuk sebagai penyidik KPK ini mengemuka setelah hubungan KPK dan Polri kembali bergesekan. Hal itu terjadi seusai penyidik Bareskrim Polri menangkap salah satu penyidik KPK, Novel Baswedan.

Meskipun menurut Panglima TNI Jenderal Moeldoko belum ada permintaan untuk menjadi penyidik KPK. Yang ada hanya permintaan kepada TNI, untuk mengisi jabatan sekjen di KPK, dan begitu anggota TNI itu masuk ke KPK, statusnya pun pensiun.

Menanggapi hal itu Direktur Eksekutif SNH Advocacy Center, Sylviani Abdul Hamid menyatakan Pimpinan KPK seharusnya bisa introspeksi diri atas kejadian demi kejadian yang mengahantam KPK akhir-akhir ini, pembenahan internal sangat diperlukan disamping membangun profesionalisme dalam menangani perkara terus ditingkatkan.


"Mau tidak mau suka tidak suka banyak pihak-pihak yang berusaha melemahkan institusi ini. Untuk itu garda terdepan untuk menjaganya adalah Pimpinan KPK tidak terjerumus dalam permasalahan hukum maupun politik prkatis," ujar Sylviani dalam keterangannya, Minggu (10/5).

Melihat dari ketentuan Pasal 5 UU 34/2004 tentang TNI, menyatakan TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.

"Apabila merujuk pada ketentuan tersebut saya menyarankan ada baiknya KPK tidak merekrut unsur TNI untuk menghindari potensi konflik kepentingan di dalam tubuh KPK, disamping sebuah langkah mundur reformasi TNI. Apalagi jika rencana merekrut TNI untuk bergabung dengan KPK untuk menjaga 'keamanan' KPK dari serangan Polri bukanlah solusi pemberantasan korupsi," tutur Sylviani.

UU No 2/2002 tentang Polri menegaskan dalam Pasal 5 bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri.

Sylvi menyarankan agar KPK tidak melakukan rekruitmen penyidik dari instansi Polri dan TNI mengigat intitusi ini kerap terlibat konflik di lapangan.

"Adanya wacana menarik TNI ke KPK adalah bentuk lemahnya kepemimpinan nasional, dimana pemerintah tidak memiliki kebijakan yang tegas tentang pemberantasan korupsi. Melihat kondisi ini saya meyakini pemberantasan korupsi di era Jokowi adalah mimpin disiang bolong," tutupnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya