Berita

Ini Saran DPD Terkait Pelemahan Pertumbuhan Ekonomi

JUMAT, 08 MEI 2015 | 14:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menyarankan pemerintah untuk memperhatikan aspek-aspek teknis yang akan memberikan pengaruh bagi pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, DPD juga mendorong agar Musyawarah Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2015 dijadikan sebagai momentum proses sinkronisasi pembangunan lintas bidang dan koordinasi antar pusat dan daerah maupun sebaliknya.

"DPD mendesak Kementerian Bappenas agar lebih memperkuat peran koordinasi lintas kementrian, sinkronisasi pembangunan pusat-daerah dan antar daerah. Dari data BPS terbaru, masih memperlihatkan ketimpangan pembangunan yang sangat curam, dimana kontribusi pulau Jawa dan Sumatera masih sangat dominan," kata Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad, Jumat (8/5).


Berdasarkan informasi resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS), Ekonomi Indonesia pada triwulan I-2015 terhadap triwulan I-2014 tumbuh sebesar 4,71 persen (y-on-y) atau melambat dibanding periode yang sama pada tahun 2014 sebesar 5,14 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi pada triwulai I-2015 tersebut, ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 5,01 persen, diikuti oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,36 persen dan konsumsi pemerintah sebesar 2,21 persen.

Data BPS juga mengungkapkan bahwa struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan I-2015 masih didominasi oleh kelompok provinsi di pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 58,30 persen, kemudian diikuti oleh provinsi di pulau Sumatera sebesar 22,56 persen, pulau Kalimantan 8,26 persen, pulau Sulawesi 5,72 persen dan pulau-pulau lainnya sekitar 5,16 persen.

Farouk juga mendorong pemerintah untuk menyelesaikan persoalan belanja modal yang hingga saat ini masih terkendala agar bisa segera dicairkan. Percepatan pencairan belanja modal akan memberikan pengaruh terhadap penyerapan anggaran, mulai berjalannya proyek-proyek infrastruktur, sehingga diharapkan akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

"Sebaran pembangunan infrastruktur di seluruh pulau di Indonesia, akan bisa mempercepat pembangunan di seluruh daerah di tanah air," kata Senator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini.

Selain itu, kata Doktor lulusan University of Florida Amerika Serikat (AS) ini, paket kebijakan ekonomi pemerintah harus berdampak terhadap pertumbuhan sektor tradable, seperti pertanian dan industri.

Dia berpandangan bahwa tantangan perekonomian kedepan akan jauh lebih komplek. Jika pemerintah gagal mengangkat pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2015, maka prospek ekonomi tahun 2016 akan semakin suram. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya