Berita

Yhannu Setyawan/net

KIP Desak Presiden Paparkan Hasil Kerja Para Menteri

KAMIS, 07 MEI 2015 | 23:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Seiring terus bergulirnya wacana reshuffle kabinet, Komisi Informasi Pusat (KIP) mendesak Presiden Jokowi untuk menyampaikan kepada publik perihal tolak ukur yang digunakannya dalam mengevaluasi capaian kinerja para menteri berikut hasil-hasilnya.

Komisioner KIP Yhannu Setyawan mengatakan, hal tersebut dianggap penting agar publik dapat turut serta mengawasi dan memastikan proses reshuffle berjalan secara objektif berdasarkan monitoring dan evaluasi capaian kinerja, bukan karena adanya tekanan-tekanan politik dari pihak tertentu.

"Jika presiden masih ingin mendapatkan kepercayaan publik, tolak ukur dan capaian kinerja para menteri itu harus disampaikan secara jelas dan terbuka kepada masyarakat," sebut Yhannu dalam keterangan persnya, Kamis (7/5).


Sejak dilantik, lanjut Yhannu, Presiden belum pernah sekalipun menjelaskan kepada publik tentang tolak ukur yang digunakannya dalam mengevaluasi kinerja para menterinya. Padahal menurutnya, Pasal 9 UU No 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Pasal 11 Peraturan Komisi Informasi No 1/2010 tentang Standar Layanan Informasi Publik memerintahkan bahwa kebijakan maupun kinerja badan publik wajib diumumkan secara berkala.

Di dalam nawacitanya, kata Yhannu, Presiden telah secara jelas akan mendukung dan mengedepankan keterbukaan informasi dalam penyelenggaraan pemerintahannya. Maka sebetulnya tidak ada alasan lagi bagi Presiden untuk menyimpan tolak ukur dan capaian kinerja para menteri hanya untuk dirinya sendiri.

"Beberkan dong tolak ukur dan capaian kinerjanya secara jelas, pampang di website resmi kepresidenan, biar seluruh masyarakat bisa tahu, jadi tidak ada persepsi macam-macam terhadap wacana reshuffle kabinet itu," tukasnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan bahwa pihak Istana akan melakukan reshuffle untuk memperbaiki kinerja Kabinet Kerja. JK menjelaskan perombakan kabinet dirasa perlu mengingat dibutuhkannya kinerja yang mumpuni untuk mengintensifkan program kerja Jokowi-JK.

Hasil survei yang dilakukan oleh Poltracking Indonesia menyebutkan bahwa kinerja Kabinet Kerja selama semester pertama tidak memuaskan. Buruknya kinerja menteri tersebut khususnya di bidang ekonomi (66,6 persen), bidang hukum (55,6 persen), dan bidang keamanan (50,7 persen). [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya