Berita

Calon Tersangka Korupsi Kondensat Sedang di Luar Negeri

RABU, 06 MEI 2015 | 19:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Salah satu calon tersangka kasus korupsi penjualan kondensat yang dikantongi Bareksrim Polri berinisial DH. Direktur Tipid Eksus Brigjen Victor Edy Simanjuntak menyebut DH pernah aktif di BP Migas.

Siapa sebenarnya DH?

Inisial DH disebut-sebut merujuk nama Djoko Harsono. Saat kasus ini muncul, dia menjabat Deputi Finansial, Ekonomi dan Pemasaran BP Migas.


Informasi yang diperoleh redaksi, Djoko Harsono saat ini sedang berada di luar negeri.

Sejauh ini, peran DH dalam kasus tindak pidana korupsi ini terkait langkahnya yang melakukan penunjukan langsung kepada PT Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI) dalam penjualan kondensat bagian negara.

Akibat tindakan DH untuk sementara ditaksir negara mengalami kerugian Rp 2 triliun.

Viktor Simanjuntak menjelaskan kasus korupsi penjualan kondesat bagian negara oleh SKK Migas dan TPPI ini terjadi pada kurun waktu 2009-2010. Kasus ini bermula pada 2009 saat SKK Migas melakukan penunjukan langsung penjualan kondesat bagian negara kepada PT TPPI.

Kepolisian menganggap tindakan ini melanggar keputusan BP Migas No KPTS-20/BP00000/2003-50 tentang pedoman tata kerja penunjukan penjual minyak mentah bagian negara, dan melanggar keputusan BP Migas No. KPTS-24/BP00000/2003-S0 tentang pembentukan tim penunjukan penjualan minyak mentah bagian negara.

Viktor menjelaskan tersangka akan dijerat dengan pasal 2 dan 3 UU Tipkor serta Pasal 6 UU Tindak Pidana Pencucian Uang, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya