Berita

ilustrasi/net

Dunia

Pecahkan Kebekuan Satu Dekade, AS Operasikan Feri ke Kebu

RABU, 06 MEI 2015 | 14:15 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintahan Obama menerima pengoperasian pelayanan jasa feri antara Amerika Serikat dan Kuba pada Selasa (5/5).

Operasi jasa feri antara kedua negara itu merupakan langkah baru yang memecah kebekuan hubungan Amerika Serikat dan Kuba selama satu dekade terakhir.

Operasi tersebut sekaligus berpotensi membuka jalan baru yang bia mengangkut ratusan ribu orang dan ratusan juta dolar pertukaran barang antara florida dan Havana.


Perusahaan pengoperasian feri dari Meksiko, Baja Feri kepada Associated Press mengatakan bahwa pihaknya telah menerima lisensi untuk melakukan operasi antara Amerika Serikat dan Kuba dari Departemen Keuangan Amerika Serikat.

Kendati belum ada konfirmasi lanjutan dari Departemen Keuangan Amerika Serikat maupun dari Kuba, namun sejumlah perusahaan lainnya seperti Havana Ferry Partners of Fort Lauderdale, United Caribbean Lines Florida dari the Orlando dan Airline Brokers Co. dari Miami juga mengatakan telah mendapatkan lisensi serupa.

"Saya pikir itu adalah indikasi lebih lanjut dari keseriusan pemerintahan Obama dalam menormalkan hubungan dengan Kuba," kata seorang ahli hukum Amerika Serikat di Kuba, Robert Muse.

Perlu diketahuik sebelum revolusi Kuba terjadi pada tahun 1959, kapal feri beroperasi setiap harinya antara Florida dan Kuba. Kapal-kapal feri itu mengangkut turis-turis Amerika Serikat ke sejumlah hotel dan kasino di Kuba. Namun operasi feri diberhentikan pasca revolusi Kuba. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya