Berita

jokowi-jk/net

Jokowi dan JK Jadi Sumber Ketidakpastian di Indonesia

RABU, 06 MEI 2015 | 09:40 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Presiden Joko Widodo berpotensi menjadi sumber ketidakpastian jika konsolidasi pemerintahan sekarang ini tak kunjung selesai.

Demikian disampaikan anggota Komisi III dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo. Bambang menilai, perbedaan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla dalam menyikapi kasus penangkapan dan penahanan penyidik KPK Novel Baswedan dan perbedaan pandangan soal reshuffle kabinet menjadi bukti konsolidasi pemerintahan ini masih jauh dari harapan.

"Untunglah kisruh Polri dan KPK telah reda. Paling tidak kekisruhan yang menimbulkan ketidakpastian itu telah hilang. Sebab, ketika perekonomian nasional sedang mengalami pelambatan seperti saat ini, dibutuhkan suasana kondusif agar pemulihan bisa terwujud," kata Bambang beberapa saat lalu (Rabu, 6/5).


Menurut Bambang, aspek lain yang menarik disimak, selain perbedaan pandangan dua pemimpin negara itu dalam kasus Novel Baswedan, juga berulangnya kisruh Polri dengan KPK itu sendiri yang  menimbulkan pertanyaan seputar kapabilitas kedua pemimpin mengendalikan institusi negara. Muncul kesan bahwa kedua pemimpin tampaknya masih harus bersusah payah untuk sekadar mewujudkan harmoni antara Polri dengan KPK.

Kemudian, lanjut Bambang, perbedaan pandangan soal reshuffle kabinet antara presiden dan wapres juga nyaris memperkuat kesan ketidakkompakan tersebut. Tak heran banyak orang harus, dan terpaksa, mengernyitkan dahi ketika Presiden Jokowi dan Wapres JK berbeda, baik soal reshuffle maupun  dalam menyikapi kasus penangkapan dan penahanan Novel Baswedan oleh Polri.

"Sementara Presiden minta agar Novel tak harus ditahan, Wapres justru membuat pernyataan bernuansa bisa memaklumi langkah Polri. Sudah barang tentu perbedaan sikap ini tak hanya menyedot perhatian publik, melainkan juga menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang sangat spekulatif," ungkap Bambang.

Kalau perbedaan seperti ini terjadi berulang-ulang, Bambang berkesimpulan, Presiden dan Wapres justru menjadi sumber ketidakpastian itu sendiri.

"Semoga, insiden seperti itu tidak terjadi lagi. Karena itu, sangat penting bagi presiden dan Wapres merampungkan konsolidasi pemerintahan sekarang ini," demikian Bambang. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya