Berita

Bisnis

Batu Bara Lebih Pas Dikelola Pengusaha Dalam Negeri

RABU, 06 MEI 2015 | 05:03 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Masalah perebutan saham Asia Resourch Minerals Plc (ARMS) mesti dipahami bukanlah semata urusan jual beli saham, tapi bagaimana memelihara aset bangsa dan memuluskan laju kepentingan energi masa depan.

Persoalan itu harus dilihat dalam kerangka bahwa kebijakan sektor batu bara harus sejalan dengan target pemerintah untuk menciptakan pertumbuhan industri nasional sebesar 6,1% di tahun 2015, dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 21,2%.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Strategic National Interest Studies Mirwan BZ Vauly terkait perebutan kepemilikan saham perusahaan batubara PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) yang tengah proses restrukturisasi hutang.


Asia Resourch Minerals Plc (ARMS), induk perusahaan BRAU yang merupakan emiten saham di Bursa Saham London saat ini tengah menjadi rebutan beberapa perusahaan termasuk Grup Sinarmas yang dikendalikan keluarga Eka Tjipta Widjaja, dengan Nataniel Rothchild. Grup Sinarmas melalui Argyle Street Management Limited (ASML) sudah menguasai 4,65 persen, sementara pesaingnya Rotschild melalui NR Holdings memiliki 17,5 persen saham ARMS.

Menurut Mirwan, salah dalam menentukan investasi akan menjadi ancaman bagi kedaulatan bangsa. Karena itulah kedaulatan enegi perlu menjadi pertimbangan utama, selain juga kompetensi pengelola. Mengacu pada pengalaman, katanya, Nathaniel Rothschild tidak memiliki latar belakang yang cukup untuk mengelola sektor batubara. Guna menutupi kelemahan ini maka Nathaniel menggandeng perusahaan lain. Perusahaan asal Rusia SUEK PLC dikabarkan sudah berkongsi dengan NR Holdings, untuk membeli saham tersebut.

"Kompleksitas kepentingan perusahaan tentu akan mengganggu dalam kepentingan batubara Indonesia. Apalagi, dalam pengelolaannya, Nathaniel juga berbasis di London sementara asset yang dikelola ada di Indonesia," kata Mirwan.

Sementara itu, Direktur Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengatakan rencana PT Rothschild yang berniat menguasai saham Asia Resource Minerals Plc (ARMS) dan bersaing dengan Grup Sinar Mas tidak dapat dicegah. Pihak manapun, kata dia, bebas untuk melakukan investasi dan pengelolaan pertambangan di Tanah Air sebab aturannya yang ada memang memberi peluang demikian.

Marwan tidak menampik kemungkinan jika tetap dikelola oleh perusahaan asing, maka hal itu menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan energi, karena energi tersebut tidak terbarukan. Tapi hal itu tidak bisa dihindari karena sudah masuk di bursa.

Ketua Serikat Pekerja Berau Lukman Rahim menolak jika saham perusahaan batubara PT. Berau Coal Energy Tbk (BRAU) dimiliki asing. Lebih bagus, katanya, saham perusahaan banyak dimiliki orang Indonesia, jangan sampai didominasi oleh asing.

"Kalau asing yang mengusai saham, berarti sama saja dengan kita dijajah oleh asing. Kita tidak mau," kata Lukman.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap menunggu dan akan senang bila pengusaha Indonesia mau menguasai saham perusahaan. Adapun bila nantinya saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) tetap didominasi asing, ia pastikan akan menolaknya. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya