Berita

ilustrasi/net

Harus Ada Badan Khusus Pengawas Pasar Tradisional

RABU, 06 MEI 2015 | 03:24 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemerintah didesak untuk segera membentuk badan khusus yang bertugas untuk melakukan pengawasan dan memberikan perlindungan terhadap pasar tradisional. Pasalnya, dalam beberapa kasus kebakaran pasar, ditemukan indikasi kesengajaan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Kami juga menemukan indikasi keterkaitan antara insiden kebakaran pasar dengan rencana relokasi dan program revitalisasi pasar," kata Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (IKAPPI) Tino Rahardian dalam rilisnya, Rabu (6/5).

"Inidkasi ini harus kita dalami bersama. Untuk itu kami ingin menegaskan kepada pihak manapun yang mencoba bermain di air keruh dengan mengorbankan nasib pedagang, untuk menghentikan pola kotor pembakaran pasar. Karena IKAPPI tidak akan tinggal diam dengan perilaku kotor tersebut," tambahnya.


Selain itu, lanjut Tino Rahardian, pihaknya mendorong Puslabfor untuk serius dalam penyelidikan kasus kebakaran pasar dan menyampaikan hasil penyelidikan kepada publik agar tidak timbul asumsi negatif di tengah tengah masyarakat.

"Dalam beberapa kasus kebakaran pasar, IKAPPI siap menjadi mitra Kepolisian untuk membantu proses investigasi," imbuhnya.

Untuk itu, tambah Tino Rahardian, kepada paguyuban-paguyuban pasar tradisional di seluruh Indonesia, IKAPPI mengumumkan seruan terbuka agar segera rapatkan barisan dengan menyelenggarakan rapat-rapat akbar pedagang pasar tradisional untuk mengkonsolidasikan kekuatan dan mengantisipasi potensi kebakaran di masing-masing pasar.

"Pemuda-pemuda pedagang pasar harus segera terlibat aktif untuk membentuk Laskar/Brigade Pemuda Pasar yang akan berjuang dan berkorban untuk melindungi pasar kita dari bahaya kebakaran, penggusuran maupun bencana alam. Semakin cepat kita melakukan antisipasi tentu akan semakin baik. Jangan sampai kebakaran ini menimpa pasar-pasar yang lain," serunya.

Data IKAPPI, dalam rentang waktu Januari hingga April 2015, telah terjadi lebih dari 50 kebakaran pasar tradisional besar, dan 90 pasar kecil di seluruh Indonesia. Dari data ini tergambar betapa minimnya pengawasan dan lemahnya perlindungan terhadap kondisi pasar tradisional. Karena itulah IKAPPI memandang kasus ini sebagai permasalahan serius yang tidak boleh diabaikan begitu saja. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya