Berita

DPR Jangan Politisasi Saham Telkom

SELASA, 05 MEI 2015 | 21:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Pakar Politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mengatakan, jika rencana pertukaran saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) didasari unsur bisnis dan memberikan keuntungan merupakan hal yang sah.

Karenanya, DPR tidak perlu melakukan politisasi atas transaksi korporasi itu. Sebab, tugas DPR melakukan pengawaasan atas hal tersebut.

"DPR, jangan politisaasi. Karena DPR bukan eksekutif dan DPR berfungsi sebagai pengawas atas hal ini," katanya, Selasa (5/5).


Sebelumnya, Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasih mengatakan, pihaknya telah melakukan audit mengenai tender dari rencana pertukaran saham PT Telkom dengan PT TBIG. Di mana, pihaknya belum menemukan adanya masalah terkait tender tersebut.
 
Emrus menjelaskan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus lepas dari pengaruh-pengaruh politik.

"Kalau pertukaran saham atas bisni, dan menguntungkan satu sama lain secara bisnis itu sah. Tapi, kalau ada agenda terselubung karena ingin membonsai BUMN, itu tidak baik. Harus jernih untuk mengembangkan BUMN itu,"

Sejatinya, kata dia, BUMN harus dikelola oleh profesional bisnis. Hal tersebut, untuk memaastikan BUMN terlepas dari intervensi politik.

"Karena setiap BUMN, kalau diwarnai kepentingan politik itu sama saj membonsai BUMN. Kekuatan politik tidak bolha masuk ke dalam BUMN," ungkapnya.

Menurutnya, BUMN jangan hanya dijadikan alat keuntungan dari Kekuasaan Eksekutif, Legislatif, atau kekuasn partai. "Jangan sampai, BUMN menjadi sapi perah dari eksekutif, legislatif, atau kekuasaan partai. Supaya dapat berjaln profesionl, provit kepentingan rakyat," paparnya.

Berdasarkan hal itu, kata dia, hendaknya Komisaris, Direktur Utama BUMN merupakan pofesional bisnis guna melepaskan BUMN dari kepentingan-kepentingan politik.

"Penempatan di Komisaris dan Direktur BUMN atau apapun di BUMN tidak boleh dengan kedektan politik atau jasa di Pilpres dan Pileg," ungkapnya. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya