Berita

anies baswedan/net

Lewat UN, Menteri Anies Harus Tuntaskan Problem Pendidikan

SELASA, 05 MEI 2015 | 03:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ujian Nasional (UN) dilaksanakan sebagai keniscayaan untuk memetakan mutu pendidikan secara nasional, sekaligus berfungsi sebagai pendorong meningkatkan kualitas pendidikan.

Demikian disampaikan Direktur Rumah Pendidikan Indonesia (RPI), Machatir MD dalam keterangannya kepada redaksi, Selasa (5/5).

Machatir mengapresiasi langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa UN bukan lagi berfungsi sebagai penentu kelulusan, tetapi berfungsi sebagai alat untuk memetakan mutu.


Meski demikian, UN diharapkan tidak hanya dijadikan seremoni belaka apalagi dipolitisasi.

"Mendikbud Anies Baswedan harus bertanggungjawab dalam menjaga substansi dilaksanakannya UN. Jangan sampai UN ini terus menerus berjalan tanpa adanya peningkatan kualitas mutu pendidikan," ujar Machatir mengingatkan.

Ke depan, saran Machatir, Menteri Anies harus lebih memperhatikan dan bisa menyamaratakan tenaga pengajar beserta sarana dan prasarana sekolah yang ada di daerah dengan di kota. Sehingga, pelaksanaan UN dapat dilakukan dengan baik, seperti yang dijargonkan Menteri Anies 'terapkan ujian nasional dengan jujur dan penuh integritas'.

Ia menambahkan, kecurangan UN yang masih terjadi saat ini dilatari oleh ketidaksiapan peserta didik dan sekolah. Ditambah kurangnya dukungan guru serta sarana dan prasarana sekolah.

"Problem pendidikan harus dilihat secara komprehensif agar melahirkan the best solution (solusi terbaik) dalam peningkatan kualitas mutu pendidikan," demikian Machatir, mahasiswa konsentrasi pendidikan Pasca Sarjana UIN Jakarta ini.

Seperti diketahui, UN tingkat SMP sederajat sedang berlangsung saat ini (4 -7 Mei). Dan UN tingkat SMA sederajat sudah berlangsung pada 13-15 April lalu. Sementara UN tingkat SD sederajat baru akan dilaksanakan pada 18-20 Mei nanti. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya