ilustrasi/net
ilustrasi/net
"Sebagai lembaga adat, kami minta Mabes Polri membongkar mafia lelang kayu ini. Kami sudah melaporkan kasus ini ke KPK dan Komisi Ombudsmen karena ada potensi kerugian negara yang sangat besar," ujar Sekretaris Dewan Adat Dayak Tidung Kaltara, Jasrul usai menyampaikan laporan ke Komisi Ombusdmen Nasional di Jakarta, Senin (4/5).
Permainan lelang diduga melibatkan pejabat dan pimpinan KPKNL Tarakan. Seperti diketahui, tahapan lelang kayu (illegal logging) di KPKNL Tarakan di Jalan Pangeran Diponegoro No 188 Kalimantan Utara jenis kayu sonokeling berjumlah 2190 potong dengan volume 492,5456 m3 dengan jumlah limit Rp 965.881.922 dengan uang muka jaminan Rp 450 juta sesuai dengan pengumuman lelang di Kaltara Pos pada 27 Maret 2015.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Senin, 27 April 2026 | 03:59
UPDATE
Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21
Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51
Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18
Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00
Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37
Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30
Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21
Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17
Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59
Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41