Berita

Politik

Abhiram: Menpora Jangan Rampas Hak Pemuda

SENIN, 04 MEI 2015 | 15:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) hasil Kongres XIV oleh Menteri Pemuda dan Olahraga terus menuai protes.

Setelah disampaikan sejumlah pimpinan Organisasi Kepemudaan (OKP), kecaman juga datang dari salah satu kandidat ketum KNPI yang maju pada kongres yang digelar Februari lalu itu, Abhiram Singh.

Kecaman disampaikan Abhiram karena kepengurusan DPP KNPI di bawah pimpinan Rifai Darus tidak mengakomodir kriteria Undang-Undang Nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan dimana salah satunya disebutkan bahwa kriteria pemuda adalah usia 16 hingga 30 tahun.


"Peran Kemenpora ini kan tak terlepas dari anggaran, maka tentunya anggaranya pun peruntukannya harus sesuai dengan aturan dalam perundang-undangan. Sekarang kongres di Papua yang sudah menelan biaya lebih dari Rp 15 miliar saja ternyata menghasilkan suatu produk yang tidak juga sesuai dengan undang-undang Nomor 40 tahun 2009. Nah, ini siapa yang bertanggung jawab?" ucap Abhiram dalam wawancaranya.

Pemuda bernama lengkap KRT. Abhiram Singh Yadav ini namanya tercantum pada saat pemilihan ketua KNPI di Papua. Namun Abhiram tidak hadir saat pemilihan sebagai bentuk protes karena harus bersaing dengan kandidat yang tidak sesuai yang disyaratkan undang-undang.
 
Abhiram mengingatkan, pemuda merupakan salah satu komponen penting bangsa Indonesia. Angka pemuda yang mencapai 65  juta jiwa menunjukkan bahwa jumlah pemuda sangatlah signifikan dalam setiap dinamisasi perubahan  bangsa. Pemuda selain menjadi aset ekonomi karena tergolong dalam usia produktif, juga merupakan aset dalam bidang ideologi, politik, sosial dan budaya.

"Dan jika bertentangan dengan undang-undang, sama halnya pemuda diajarkan tindakan makar terhadap Negara. Ini tentu tidaklah baik," kata Abhiram.
 
"Menpora janganlah merampas hak pemuda, kan sudah ada aturanya dalam bentuk Undang-Undang. Masih ada 65 juta pemuda di Indonesia yang perlu dibina karena mereka semua adalah masa depan bangsa. Janganlah anggaran kepemudaan disalahgunakan," tutup Abhiram yang menjabat Vice Chairman Commitee for ASEAN youth Cooperation dan pernah menerima penghargaan kepemudaan di Myanmar dan Filipina.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya