Berita

JUMHUR HIDAYAT/NET

MOGOK BURUH PELABUHAN

Jumhur Hidayat Minta Para Pekerja Bekerja Kembali

SENIN, 04 MEI 2015 | 14:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Siang ini, buruh di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Mas Semarang, dan Tanjung Perak Surabaya, melakukan aksi "tidak bekerja" atau mogok kerja.

Aksi ini merupakan warning kepada pemerintah, khususnya Menteri Perhubungan, untuk mencabut atau merevisi Peraturan Menteri Perhubungan 60/2014 dan Peraturan Menteri Perhubungan 53/2015. Peraturan ini dinilai berpotensi menambah penderitaan para tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan yang ada di Indonesia.

Gara-gara aksi mogok ini, kondisi pelabuhan internasional itu menjadi cukup menegangkan. Sejumlah Kepala Otoritas pelabuhan pun dikabarkan kelimpungan.


Bagaimana sikap buruh di lapangan?

Sebagaimana disampaikan Ketua Cabang Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (FSPMI) Tanjung Priok Nurtakim, para buruh di berbagai pelabuhan tersebut saat ini menanti arahan dan instruksi dari FSPMI pusat untuk aksi selanjutnya.

Diberitakan pula Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak sudah menghubungi Jumhur selaku Ketua Umum FSPMI agar meminta para buruh anggotanya bekerja kembali.

Jumhur Hidayat, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Senin, 4/5), mengatakan bahwa ia masih memberi kesempatan kepada pemerintah untuk merevisi peraturan tersebut. Bila tidak, maka buruh akan rama-ramai mogok untuk memperjuangkan nasibnya.

"Kita minta semua buruh untuk tenang dulu dan bekerja kembali," ungkap Jumhur.

Jumhur menegaskan, tenaga kerja bongkar muat merupakan garda terdepan dalam kelancaran arus barang ekspor impor. Jumhur menyesalkan hingga saat ini tidak ada dana seperti jasa produksi atau bonus tahunan yang diberikan kepada para pekerja TKBM.

"Pekerjaan buruh pelabuhan tergolong berat, melelahkan, serta memiliki risiko penderitaan fisik maupun mental. Dengan Begitu, maka tak ada pilihan lain kecuali membuat keberadaannya terlindungi di samping mendapatkan upah secara layak," tegas Jumhur. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya