Berita

Politik

Persoalan Haji di Indonesia Lebih Rumit Dibanding Negara Lain

MINGGU, 03 MEI 2015 | 21:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Membandingkan penyelenggaraan haji Indonesia dengan negara lain dinilai tidak tepat. Jumlah jamaah haji Indonesia terbanyak di dunia, karena itu tingkat keruwetan dan problematikanya pasti berbeda.

"Sering kita mendengar orang membandingkan penyelenggaraan haji Indonesia dengan Malaysia, Brunei, dan Singapura. Tentu tidak bisa disamakan. Dipastikan, persoalan haji Indonesia lebih rumit dan kompleks," kata Ketua Komisi VIII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay dalam keterangannya kepada redaksi, Minggu (3/5).

Dikatakannya, dari sisi jumlah jamaah, jamaah reguler Indonesia mencapai 155.200, sementara Malaysia hanya 27.000. Dengan jumlah sebanyak itu, Indonesia harus memberangkatkan haji dalam 371 kloter. Beda dengan Malaysia yang hanya 64 kloter.


Demikian juga dengan pemondokan, jamaah yang sedikit seperti malaysia hanya membutuhkan 9 hotel, sementara Indonesia harus menyewa lebih dari 100 hotel.

Dari sisi daftar tunggu, Malaysia jauh lebih lama dari Indonesia. Dengan program tabung hajinya, saat ini daftar tunggu di Malaysia sudah mencapai 51 tahun. Di Indonesia, daftar tunggunya hanya antara 9 sampai 20 tahun. Dengan diterapkannya haji sekali seumur hidup, daftar tunggu di Indonesia diharapkan akan lebih singkat.

"Hanya saja, penyelenggaraan haji di Malaysia lebih fleksibel. Penentuan ongkos haji, misalnya, tidak perlu mendapat persetujuan DPR. Di kita, setiap tahun ongkos haji harus dibahas oleh pemerintah bersama DPR," kata Saleh, anggota Fraksi PAN.

Ke depan, menurut dia, seiring dengan dibentuknya badan pengelola keuangan haji (BPKH), penentuan BPIH bisa dilakukan sekali 5 tahun. Dengan demikian, pemerintah bisa bekerja lebih cepat. Tidak perlu menunggu keputusan DPR dan penerbitan keppres tentang BPIH.

"Poin saya, penyelenggaraan haji Indonesia belum tentu lebih buruk dari negara-negara jiran. Karena itu, kita tidak boleh merasa selalu tertinggal. Betul, masih banyak yang perlu disempurnakan. Itulah yang menjadi tugas kita semua sehingga semakin hari semakin baik," kata anggota DPR dari Dapil Sumut II ini.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya