Berita

ilustrasi/net

Pemerintah Harus Lebih Serius Memperhatikan Pendidikan Anak-anak Buruh Perkebunan

MINGGU, 03 MEI 2015 | 10:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Hari Pendidikan Nasional yang diperinganti setiap 2 Mei harus dijadikan sebagai momentum untuk melakukan terobosan peningkatan kualitas pendidikan anak-anak buruh, terutam buruh perkebunan yang tersebar mulai dari Sumatera, Kalimantan dan Papua.

Analisis ekonomi dan politik Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga mengatakan kualitas pendidikan anak-anak buruh perkebunan tersebut sangatlah buruk sekali, seperti anak-anak buruh perkebunan di pelosok Jambi, Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

"Mayoritas anak-anak buruh perkebunan tersebut sulit menjangkau fasilitas pendidikan yang ada. Kalaupun ada fasilitas pendidikan bagi anak-anak buruh tersebut masih sangat memprihatinkan. Walaupun ada fasilitas pendidikan yang disediakan perusahaan perkebunan itu hanya khusus untuk anak-anak level staf dan itupun hanya sampai tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)," ujar Andy William dalam keterangannya, Minggu (3/5).


Menurut data yang dihimpun oleh Labor Institute Indonesia bahwa saat ini kurang lebih perkebunan kepala sawit di Indonesia saat ini sudah mencapai 13,5 juta hektar dengan jumlah buruh mencapai lebih dari 7 juta orang . Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 70 persen merupakan buruh harian lepas (BHL), dan anak-anak buruh yang bekerja di perkebunan kelapa sawait itu hanya menempuh pendidikan SD hingga SMP, dikarenakan fasilitas pendidikan untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) jauh dari lokasi bekerja dan tempat tinggal para buruh tersebut.

Selain buruh perkebunan, lanjut Andy William, akses pendidikan untuk anak buruh yang bekerja di sektor manufaktur di berbagai lokasi kawasan industri juga masih sangat memprihatinkan. Mayoritas anak-anak buruh tersebut bekerja sampai dengan SMP, dikarenakan fasilitas pendidikan yang kurang memadai, sarana sekolah yang jauh dari lokasi tempat bekerja, dan pendapatan para buruh tersebut juga tidak cukup untuk membiayai pendidikan anak-anaknya.

Oleh karena itu, Labor Institute Indonesia mendesak pemerintah untuk memperhatikan lebih serius tentang pendidikan anak-anak buruh tersebut. Presiden Jokowi perlu segera mendesak Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Kementerian Pendidikan Dasar & Menengah dan Kebudayaan untuk segera turun tangan dalam mencara formulasi untuk membantu anak-anak buruh tersebut mendapatkan akses pendidikan yang memadai.

"Pembangunan sekolah-sekolah yang dekat dengan kawasan pemukiman buruh perlu segera dilakukan dengan fasilitas dan perangkat yang memadai. Agar anak-anak para buruh tersebut dapat meraih cita-cita yang tinggi dan dapat merubah nasibnya," demikian Andy William. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya