Berita

ilustrasi/net

Politik

Lagi, Jokowi Didesak Rombak Total Kabinet

MINGGU, 03 MEI 2015 | 07:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Persatuan Nasional Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Seluruh Indonesia (PENA ISMSI) menilai enam bulan berjalan, program yang dicanangkan oleh Pemerintahan Jokowi-JK tidak berjalan maksimal.

Ketua Umum Pengurus Pusat PENA ISMSI, Fuad Bachmid mengatakan salah satu faktornya adalah masuknya beberapa orang dalam kabinet yang dinilai tidak mempunyai kemampuan maksimal dalam menjalankan program kementeriannya.

"Semua orang pasti tahu, bahwa sebagian besar para menteri tidak tahu apa yang mesti mereka lakukan untuk mengemban amanah itu, terbukti dari program yang mereka canangkan hanya bisa dipresentasikan melalui garis globalnya, mereka tidak memberikan spesifikasi soal gambaran teknis seperti apa sehingga tidak ada parameter sama sekali soal kinerja tersebut," tegas Fuad Bachmid dalam keterangannya, Minggu (3/5).


Ia menjelaskan, ketidakmampuan para menteri tersebut dalam menjalankan program karena memang latar belakang disiplin bidang dan minim pengalaman di bidang tersebut.

"Bagaimana mau kerja, disiplin bidang saja beda, belum lagi miskin pengalaman di kementerian yang mereka tempati, maka sangat beralasan juga jika pernyataan mereka sering asbun (asal bunyi)" kata Fuad.

Tak hanya faktor kapabilitas kabinet yang dimiliki oleh pemerintahan Jokowi, faktor kedua yakni terjadinya tumpang tindih kewenangan oleh orang lingkaran Istana yang membuat kinerja kabinet kurang efektif sehingga para menteri cenderung salah menafsirkan yang mana murni arahan Presiden dan mana saja arahan orang dilingkaran Istana yang mengatasnamakan Presiden, bahkan menurutnya hal itu terjadi pasca penambahan kewenangan Staf Kepresidenan seperti tertuang dalam Perpres Nomor 26/2015.

"Saya kira para menteri ini tidak mau didikte oleh pihak tertentu selain Presiden, makanya wajar jika mereka cenderung ragu dalam menjalankan instruksi tersebut, bahkan hal ini terbukti saat KAA kemarin yakni pernyataan Jokowi soal IMF yang mendapat respon yang sifatnya korektif dari SBY, ini bukti Jokowi dibuat blunder oleh orang lingkarannya sendiri," ungkap Fuad.

Olehnya itu, pihaknya meminta kepada Presiden Jokowi agar melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap para kabinet dan orang lingkaran Istana yang dinilai selama ini kurang responsif dalam menyikapi dinamika kebijakan pemerintah khususnya lagi yang sering membuat blunder terhadap kebijakan tersebut sehingga kebijakan pemerintah dapat berjalan maksimal.

"Saya minta Jokowi segera melakukan evaluasi total, reshufle beberapa menteri yang dinilai kurang kapabel, pastikan regulasi soal penambahan kewenangan lembaga tertentu dicabut sehingga tidak terjadi tumpang tindih kewenangan, dan lakukan komunikasi yang baik dengan lembaga negara untuk membangun sinkronisasi," pungkas Fuad. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya