Berita

indra/net

Presiden Sudah Seharusnya Beri Kado Konkret Buat Buruh

JUMAT, 01 MEI 2015 | 14:22 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Perayaan May Day setiap 1 Mei merupakan hari yang diperingati oleh buruh di seluruh dunia sebagai momentum kebangkitan dan perbaikan. Dalam konteks ke-Indonesiaan, hari ini diperingati oleh berbagai elemen buruh yang turun ke jalan dengan menyerukan berbagai tuntutan.

"Saya mendukung berbagai tuntutan kaum buruh Indonesia, karena memang hal tersebut merupakn hal mendasar yang sudah seharusnya mereka dapatkan," sebut Ketua Departemen Buruh DPP PKS, Indra kepada redaksi, Jumat (1/5).

Pemerintah, kata Indra, harus menjamin peningkatan kesejahteraan, upah layak, penghapusan perbudakan modern dalam bentuk praktik outsourcing dan kerja kontrak yang menyimpang, jaminan kebebasan berserikat, tindak PHK sepihak, jaminan social security dan sebagainya.


"Tidak sepantasnya pemerintah membebani buruh dengan tingginya harga BBM, TDL, berbagai kebutuhan pokok lainnya. Sangat bebal apabila pmerintah berencana membuat kebijakn yang hanya akan menaikan upah 5 tahun sekali yang akan memiskinkan kaum buruh," ujar Dewan Pakar Asosiasi Srikat Pekerja Indonesia ini.

Ketua Penasehat LBH DPP FSPMI ini mengungkapkan, persoalan mendasar kenapa akhirnya setiap May Day buruh terus berdemonstrasi dan turun ke jalan, karena memang selama ini pemerintah telah gagal dan lalai memenuhi amanah UU dan UUD 45 yang menjamin berbagai hak buruh. Penegakan hukum atas pemenuhan hak dasar buruh dan berbagai penyimpangan selama ini sangatlah lemah. Pemerintah terlalu sering abai dan bahkan lebih sering berselingkuh dengan para pengusaha dan kapitalis dengan membiarkan berbagai penyimpangan atas hak-hak buruh.

Oleh kerena itu, sambung Indra, momen May Day ini ia mendesak Presiden Jokowi untuk mendengarkan dan memenuhi tuntutan buruh tersebut. Presiden sudah seharusnya memberikan kado kongkrit buat buruh dalam bentuk memenuhi tuntutan kaum buruh tersebut dan bukan lagi pencitraan belaka yang tak bermakna buat buruh.

"Jokowi harus buktikan bahwa dia seorang Presiden yang sbenarnya, yakni Presiden yang mampu memenuhi janji-janji kampanyenya pada kaum buruh sewaktu pilpres dan juga tertuang dalam Nawacita," demikian anggota DPR RI periode 2009-2014 ini. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya