Berita

ilustrasi/net

Daripada Mengejar Rakyat Biasa, Baiknya Jokowi-JK Buru Pajak Raksasa Model Nestle dan Astra

JUMAT, 01 MEI 2015 | 09:55 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Saat ini, di bawah pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, penerimaan negara anjlok: dari yang biasanya  20-25 persen menjadi 13 persen. Kondisi ini membuat Indonesia mudah digoyang pasar.

Demikian disampaikan ekonom senior yang juga Chairman DW & Partners, Dradjad H Wibowo. Menurut Dradjad, dalam penerimaan negara, sektor pajak menjadi hal yang paling berat.

Saat ini, Dradjad menjelaskan, wajib pajak orang pribadi (WP-OP) yang membyar pajak hanya sekitar 900 ribu orang, dari sekitar 10 juta yang memasukkan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT). Jumlah SPT dan juga jumlah orang pribadi yang NPWP yang sekitar 26 juta, sepertinya kelihatan cukup besar. Dan kalau yang 10 juta SPT itu rata-rata membayar Rp 3 juta saja setahun, atau Rp 250 ribu sebulan, maka sepertinya di atas kertas sudah ada potensi tambahan pajak sekitar Rp 30 triliun.


Dari pernyataan Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro soal wajib pajak, Dradjad menangkap kesan pemerintah juga akan mengejar yang di luar 900 ribu orang itu. Tentu saja langkah ini merupakan langkah yang salah besar.

"Sebagian besar dari mereka itu PNS, pekerja, jurnalis, usaha rumahan kecil, staf-staf dan lain-lain. Memang mereka wajib bayar pajak. Jelas itu. Tapi mereka sekarang menanggung beban kenaikan harga BBM dan harga-harga lain. Rakyat bisa marah," kata Dradjad kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Jumat, 1/5).

Dradjad menyarankan lebih baik pemerintah mengejar WP badan yang sekarang sedang diproses di pengadilan pajak dan WP Badan yang dicurigai curang pajak melalui transfer pricing. Contohnya Astra Internasional (ASII).

"Mereka punya kasus di pengadilan pajak senilai, kalau tidak salah, Rp 2 triliun. Menariknya, beberapa hari lalu mereka mengangkat mantan Menkeu Chatib Basri dan juga Mari Pangestu sebagai komisaris independen. Nah pemerintah jangan ewuh pakewuh, dan harus bisa memastikan menang melawan ASII di pengadilan pajak. Demikian juga melawan Nestle, saya lupa Rp 600 atau Rp 800 miliar," ungkap Dradjad.

Daripada energi dihabiskan mengejar-ngejar rakyat biasa, lanjut Dradjad, pemerintah lebih baik fokus menghadapi raksasa-rakasa tersebut. Belum lagi ada laporan dari aparat pajak yang bekerja sama dengabn aparat-aparat intelijen, yang menemukan kecurangan pajak dalam pengapalan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan CPO besar dengan nama-nama besar.

"Mereka ini yang harus dikejar secara hukum pajak," demikian Dradjad. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya