Berita

maruarar sirait/net

PPH FINAL PELAYARAN

Maruarar Apresiasi Pemerintah yang Progresif Dukung Industri Pelayaran Indonesia

JUMAT, 01 MEI 2015 | 07:09 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Langkah pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang akhirnya memilih untuk lebih mengejar pajak dari perusahaan pelayaran asing ketimbang mengubah kebijakan Pajak Penghasilan (PPh) Final Usaha Pelayaran bagi usaha pelayaran dalam negeri mendapat apresiasi dari Senayan.

"Dengan rencana mengubah kebijakan PPh final itu dibatalkan, artinya Pemerintah aspiratif, mau progresif mendukung industri pelayaran Indonesia. Itu sejalan dengan prinsip pengembangan Poros Maritim yang didorong serius oleh Presiden Jokowi," kata anggota Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, Kamis malam (30/4).

Terkait hal ini, Maruarar bahkan sudah mendapat konfirmasi langsung dari Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Dirjen Pajak Sigit Priadi Pramudito. Bambang dan Sigit memastikan peemerintah mengubah kebijakan PPh final bagi usaha pelayaran dalam negeri yang akan melemahkan industri pelayaran nasional


"Saya sudah konfirmasi ke Menteri Keuangan dan Dirjen Pajak, bahwa kebijakan itu tak jadi dilakukan. Saya sebagai anggota DPR menyambut baik kebijakan pemerintah itu, khususnya kepada Menkeu dan Dirjen Pajak," ungkap Ara, demikian Maruarar disapa.

Ara mendukung kesiapan pemerintah mengejar pajak dari kapal-kapal asing yang selama ini diduga melakukan strategi tertentu sehingga tak membayar pajak atas operasinya di Indonesia. Selama ini para pengusaha asing selalu bisa menyiasati aturan tax treaty sehingga membenarkan operasi mereka di Indonesia tanpa pajak.

"Kita mendukung, ke depan, pemerintah harus fokus ke kapal asing itu. Itu sesuai dengan asas cabotage yang diatur di UU kita," tegas Ara.

Sebelumnya, DPR menerima laporan Indonesian National Shipowners' Association (INSA), yang merupakan asosiasi perusahaan pelayaran di Indonesia yang diakui keberadaannya oleh pemerintah. INSA mengeluhkan rencana perubahan Peraturan Menteri Keuangan soal Pajak Penghasilan (PPh) Final Usaha Pelayaran.

Para pengusaha pelayaran merasa semakin dipersulit dalam berusaha dan bersaing dengan pelaku pelayaran asing, apabila ada perubahan. Selama ini, PPh final bagi Wajib Pajak Perusahaan Pelayaran sebesar 1,2 persen. Dengan PPh tak final, angkanya bisa makin tinggi. Sementara di sisi lain, Pemerintah dinilai tak mengubah tarif pajak untuk kapal asing yang berlayar dan selama ini tak membayar pajak di Indonesia. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya