Berita

Said Iqbal/net

May Day 2015, KSPI Tolak Kenaikan Upah 5 Tahun Sekali

KAMIS, 30 APRIL 2015 | 11:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menegaskan dalam peringatan May Day (Hari Buruh 2015) besok isu yang paling kuat dan akan disampaikan adalah penolakan kenaikan upah 5 tahun sekali, dan meminta agar pemerintah menaikan upah minimum 2016 sebesar 28 persen sampai 32 persen.

"Hal ini agar daya beli buruh kembali meningkat yang selama ini turun yang diakibatkan oleh melambungnya harga harga bahan pokok, naiknya harga BBM, dan rencana naiknya harga LPG serta listrik rumah tangga," kata Said Iqbal di Jakarta, Kamis (30/4).

Said Iqbal menambahkan, disamping itu buruh juga meminta manfaat jaminan pensiun untuk buruh sebesar 60 persen sampai 75 persen dari gaji terakhir (sama seperti PNS), berlaku mulai Juli 2015, dan anggaran PBI BPJS Kesehatan di tingkatkan dari Rp 19,9 triliun menjadi Rp 30 triliun agar tidak ada lagi orang sakit di tolak berobat di rumah sakit.


"Hal lainnya yang akan disuarakan oleh KSPI adalah meminta agar guru honor diangkat menjadi PNS tanpa test dan juga meminta pemerintah untuk menaikkan gajinya sama dengan UMP sebelum diangkat menjadi PNS, dan akhiri keserakahan perusahaan coorporasi," demikian Said Iqbal.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 1 juta buruh dipastikan akan turun ke jalan untuk merayakan May Day (Hari Buruh) pada 1 Mei 2015 di 30 propinsi dan 250 kabupaten/kota se-Indonesia. Khusus aksi di Ibukota Jakarta, sebanyak 150 ribu buruh se-Jabodetabek yang merupakan massa gabungan dari KSPI, KSPSI, KSBSI, KP KPBI dan lain-lain mulai menggelar aksi pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB, yang dipusatkan di Bundaran HI dan Istana Negara. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya