Berita

SBY/net

Apa yang Kau Cari Pak SBY?

KAMIS, 30 APRIL 2015 | 11:29 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Walau Kongres Partai Demokrat untuk memilih sosok ketua umum yang "baru"  akan digelar Mei mendatang namun kesan bukan orang "baru"  yang akan menakhodai partai berlambang mercy terbaca sudah. Kaukus Penyelamat Partai Demokrat yang digagas untuk melawan arogansi pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat berusaha agar nominasi calon ketua umum di kongres nanti tidak mengerucut kepada sosok tunggal, Susilo Bambang Yuhoyono (SBY).

Pengamat komunikasi poilitik dari Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi mengakui di tubuh Demokrat pasca SBY menuntaskan sepuluh tahun pemerintahannya kini dilanda kegamangan. Ada pihak yang menilai tuah "kesaktian" SBY sudah jauh berkurang apalagi jika nanti berlaga di 2019, namun pihak yang lain tetap memuja SBY sebagai satu-satunya roh partai.

"SBY dengan segala kelebihan dan kekurangannya, memang baiknya menjadi guru bangsa. Kelas SBY bukan lagi ketua umum, tetapi membuka jalan regenerasi di partainya. Pemikiran SBY bukan lagi di level partai, tetapi sudah mengarah ke pemimpinan level dunia," kata Ari kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Kamis, 30/4)


"Sangat tidak elok jika SBY tetap ingin menjadi ketua umum Demokrat. Kayak di Demokrat kekurangan stok pemimpin yang berkualitas aja," sambung dosen mata kuliah Humas Politik di Program Sarjana UI ini

Menurut Ari Junaedi yang juga pengajar di Program Pascasarjana UI dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini, jika SBY menerapkan kebijakan tangan besi di partainya maka potensi kekecewaan di tingkat kader akan semakin meluas.

"Jangan sampai kader apalagi masyarakat umum melihat Demokrat tidak ubahnya klub keluarga Cikeas. SBY baiknya kita dorong untuk memberikan kontribusinya pada level internasional. Masak sudah pernah memimpin negara besar seperti Indonesia selama satu dasawarsa masih juga kurang. Apa yang kau cari Pak SBY ?" tukas Ari Junaedi yang juga mengajar di Program S2 Universitas Bunda Mulia dan Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta serta Universitas Dr Soetomo Surabaya ini. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya