Berita

Rieke Diah Pitaloka/net

Politik

Rakyat Beri Nilai Plus Jika Rieke Galang Hak Angket untuk Jokowi

RABU, 29 APRIL 2015 | 13:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Permintaan maaf Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka karena meminta kaum buruh memilih Jokowi di pilpres lalu merupakan sikap berani dan patut diapresiasi. Pasalnya, apa yang menjadi inti dari pandangan Rieke tersebut benar dan dirasakan masyarakat saat ini.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman dalam keterangannya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (29/4).

Sebelumnya, Rieke minta maaf kepada kaum buruh karena dulu telah mengajak mereka memililih Jokowi, yang mana sekarang Jokowi dinilai gagal merealisasikan janji-janji kampanyenya untuk menyejahterakan buruh.


Jajat menilai, rakyat akan memberi nilai plus lagi kepada Rieke jika bisa merealisasikan apa yang diucapkannya. Mengingat posisinya saat ini sebagai anggota dewan.

"Jika benar ingin memperjuangkan hak rakyat kenapa tidak melalui jalur yang tepat seperti mendukung hak tanya dan hak angket kepada pemerintah. Dengan begini apa yang dilakukan Rieke bisa terarah, rakyat juga akan menilai langsung apa yang diucapkan Rieke tersebut bukan hanya sebatas dagelan semata," tutur Jajat.

Ia juga menilai, tanggapan negatif masyarakat akan pernyataan Rieke juga merupakan hal yang wajar. Pasalnya, yang menjadi keraguan masyarakat adalah hingga saat ini Rieke masih sebagai kader PDIP yaitu partai pengusung Jokowi. Sebagai sama-sama kader PDIP apakah Rieke mau disebut pembangkang karena tidak mendukung kebijakan Jokowi. Padahal dalam pidato beberapa waktu yang lalu sudah jelas dikatakan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, jika tidak ingin disebut petugas partai silahkan keluar dari PDIP.

"Meski terlambat sebagai seorang politikus sejati sikap Rieke yang berani mengakui kesalahannya merupakan contoh yang baik. Akan tetapi, saat ini rakyat juga sudah pintar dalam menilai, jika benar serius terhadap apa yang ucapkannya silahkan buktikan, kalau tidak bisa membuktikan, rakyat akan menilai ternyata Rieke sendiri sama aja dengan Jokowi yang kerjanya hanya bisa janji. Jangan sampai ini hanya langkah politis Rieke untuk mendapatkan dukungan masyarakat kembali," demikian Jajat. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya