Berita

Syaikhul Islam Ali

Partai Muhaimin Minta Pembayaran Ganti Rugi Korban Lapindo Segera Direalisasi

SELASA, 28 APRIL 2015 | 12:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Hampir sembilan tahun berlalu sejak lumpur Lapindo menyembur, pembayaran ganti rugi tak kunjung lunas. Sewaktu ganti rugi masih ditangani PT Minarak Lapindo Jaya, warga seringkali dijanjikan pelunasan, tapi tak kunjung diberikan. Akhirnya pembayaran ganti rugi dialihkan pemerintah melalui program dana talangan pada APBN-Perubahan 2015.

Namun, warga kecewa sebab pencairan dana talangan yang dijanjikan belum terealisasi. Akibatnya ratusan warga korban lumpur Lapindo dari sejumlah desa di Sidoarjo berunjuk rasa menuntut pelunasan ganti rugi. Mereka menghentikan kegiatan penanggulangan lumpur dan mengancam memblokade tanggul sampai tuntutan dipenuhi.

"Sebagai wakil rakyat asal Sidoarjo, saya sangat kecewa dengan kejadian tersebut. Dana talangan ganti rugi korban Lapindo kan sudah dianggarkan melalui APBNP 2015," ujar Anggota Komis VII DPR RI dari Fraksi PKB Syaikhul Islam Ali, legislator asal Daerah Pemilihan Jatim I, yang meliputi Sidoarjo dan Surabaya, Selasa (28/4).


Dia menjelaskan, pemerintah dan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) segera menyelesaikan verifikasi aset yang terdampak lumpur Lapindo dan korban penerima ganti rugi.

"Pemerintah dan BPLS segara tuntaskan verifikasi aset dan penerima ganti rugi. Jangan sampai ada korban yang tidak terverifikasi, nanti malah jadi masalah lagi ke depannya," kata wakil bendahara DPP PKB, partai besutan Muhaimin Iskandar tersebut.

Warga korban lumpur Lapindo, lanjut Syaikhul, sudah tidak percaya lagi dengan PT Minarak Lapindo. Mereka menolak pencairan dana talangan melalui PT Minarak ataupun Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS).

"Warga berharap pemerintah mengirim langsung uang ganti rugi itu ke rekening mereka masing-masing, tanpa melalui PT Minarak Lapindo atau BPLS. PT Lapindo jangan malah menghambat," tukasnya dalam rilis yang dikirim ke redaksi. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya