Berita

susaningtyas/net

Ide dan Langkah Danjen Kopassus Perkuat Soliditas Pasukan

SELASA, 28 APRIL 2015 | 09:29 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ide Danjen Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Mayjen Doni Monardo yang menekankan agar prajurit menjaga silaturahmi merupakan gagasan yang cemerlang. Apalagi ide ini, di tengah gesekan antar matra di lapangan, disertai dengan langkah agar prajurit melakukan Tiga S (senyum, sapa, salam) bila bertemu dengan siapapun, dan tidak melakukan Tiga M (melotot, marah, memukul).

"Hal ini sangat bermanfaat bagi soliditas pasukan serta baik bagi hubungan silaturahmi dengan pihak-pihak lain, utamanya dari matra TNI lain dan Polri serta komponen masyarakat. Sehingga tak perlu lagi ada peristiwa semacam tragedi Cebongan di masa lalum" kata pengamat militer dan intelijen, Susanigtyas Nefo Handayani Kertopati, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Selasa, 28/4).

Pernyataan Susaningtyas ini terkait dengan peringatan Hari Ulang Tahun Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ke-63.


Susaningtas mengingatkan kembali bahwa Kopassus merupakan alat negara yang paling ampuh untuk menyelesaikan tugas negara yang memerlukan penyelesaian dengan cara militer yang terukur, dan memiliki tuntutan keberhasilan pelaksanaan tugas yang tinggi. Dengan demikian, Kopassus itu 'hanya alat', dan bukan yang memiliki alat serta bukan pula yang menggunakan alat.

"Sehingga menurut saya seperti halnya dengan alat atau senjata apapun, Kopassus sama sekali tidak bisa bergerak sendiri melakukan tugasnya. Kopassus tidak bisa bertempur atas inisiatif dan kehendaknya sendiri. Bahkan Kopassus tidak bisa menentukan sendiri siapa musuhnya. Semuanya itu atas putusan resmi negara," ungkap Susaningtyas.

Susaningtyas melihat Kopassus memang di-design sebagai pasukan khusus, bukan satuan khusus.  Karena itu, Kopassus dilatih secara khusus untuk melaksanakan operasi khusus pada satuan strategis yang terpilih karena Kopassus itu harus selalu eling lan waspada, dan tidak boleh digunakan semaunya apalagi oleh orang atau pihak tertentu.

"Saya rasa pasukan khusus di seluruh dunia penting menyesuaikan diri dalam perubahan ancaman global yang tentu berbeda lima atau 10 tahun lalu. Masalahnya, dengan anggaran yang pas-pasan ini bagaimana menyiasati ancaman yang mensyaratkan kebutuhan teknologi modern yang pastinya mahal itum" demikian Susaningtyas. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya