Berita

ibas/net

JELANG KONGRES DEMOKRAT

Pakar Politik Senior: Ibas Bukanlah Orang yang Tepat Jadi Sekjen

MINGGU, 26 APRIL 2015 | 10:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kongres III Partai Demokrat di Sarabaya pada 11-13 Mei 2015 nanti bukanlah soal siapa yang akan terpilih jadi ketua umum. Yang perlu untuk dicermati adalah siapa yang akan ditunjuk menjadi sekjen partai.

Demikian disampaikan pakar politik senior yang juga mantan Menristek era Gus Dur, Muhammad AS Hikam lewat akun facebooknya, Minggu (26/4).

Menurutnya, jika prioritas utama Demokrat dalam lima tahun yaang akan datang adalah memenangkan pemilu atau setidaknya menghindarkan diri dari menjadi partai gurem, maka ia memerlukan seorang sekjen yang mumpuni, mampu berkomunikasi dengan rakyat, dan sudah barang tentu piawai dalam mengelola partai dalam persaingan dengan parpol-parpol lain.


"Dan ini berati bukan Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono)," sebut AS Hikam.

Demokrat, lajut AS Hikam, sudah membuktikan bahwa duet ayah (SBY) dan anak (Ibas) itu alih-alih bisa memenangkan partai dalam pemilu lalu, justru mengalami kemerosotan yangg serius.

"PD memiliki tokoh-tokoh yang jauh lebih cakap untuk menduduki posisi sekjen ketimbang putra kedua Pak SBY tersebut. Tinggal dipilih sosok yang berani blusukan sampai ke akar rumput dan konsentrasi 100 persen pada partai, bukan merangkap sebagai politisi di Parlemen. Mungkin sosok seperti Hasto Kristianto, sekjen DPP PDIP yang baru, adalah 'sine qua non' bagi DPP PD saat ini dan yang akan datang," ujarnya.

Walhasil, sambung AS Hikam, jika SBY adalah keniscayaan sebagai orang pertama Demokrat, maka sebaliknya dengan Ibas.

"Mbak Mega (Megawati Soakarnoputri) pun tidak menunjuk Puan Maharani sebagai orang kedua, tetapi Hasto. Ibas bukanlah orang yang tepat menjadi Sekjen DPP PD pasca konggres nanti. Ketimbang PD meriskir diri mengalami keterpurukan dalam Pemilu 2019, saya kira lebih baik mencari sekjen baru yang akan mampu menjadi penggerak utama mesin partai dalam proses konsolidasi dan mobilisasi ke depan," demikian alumni University of Hawaii at Manoa itu. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya