Berita

Indonesia Desak PBB Perkuat Sinergi Perangi Ekstremisme

SABTU, 25 APRIL 2015 | 21:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ekstremisme semakin dirasakan dampaknya di seluruh dunia. Dengan demikian, memerangi ekstremisme merupakan tanggung jawab bersama, baik negara maupun PBB.

Hal itu disampaikan Dubes Muhammad Anshor, Kuasa Usaha Sementara PTRI New York, dalam debat terbuka Dewan Keamanan (DK) PBB mengenai Peran pemuda dalam menangkal ekstremisme dan mewujudkan perdamaian” di New York (Kamis, 23/4).

Dalam keterangan yang diterima redaksi dari PTRI New York disebutkan bahwa debat terbuka tersebut diselenggarakan untuk menanggapi tingginya keterlibatan generasi muda dalam kegiatan-kegiatan ekstrem, termasuk dalam kelompok teroris seperti Islamic State in Iraq and Syria (ISIS).


Melalui debat terbuka, negara-negara diharapkan dapat belajar dari upaya negara lain dalam mencegah penyebaran paham ekstrem di kalangan generasi muda.

Terkait maksud tersebut, Dubes Anshor menekankan bahwa generasi muda, yang jumlahnya sangat besar,  berperan penting dalam melawan ekstremisme.

Negara perlu memperkuat keterlibatan generasi muda dalam menyebarluaskan pesan toleransi dan saling menghargai, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global,” katanya.

Agar semua upaya itu mencapai tujuan, Dubes Anshor menggarisbawahi perlunya PBB untuk memastikan keselarasan upayanya dengan upaya negara. Dalam kerangka ini, DK antara lain didesak untuk mengintensifkan upaya-upaya penyelesaian konflik dan penciptaan perdamaian karena kelompok-kelompok teroris telah terbukti sering mengeksploitasi konflik-konflik yang berkepanjangan untuk menyebarluaskan ekstremisme dan merekrut anggota baru di antara generasi muda.

DK harus menjadi bagian dari upaya sistematik PBB dalam melawan ekstremisme. Aktivitas DK juga harus sejalan dengan aktivitas badan-badan PBB yang menangani isu pembangunan,” masih kata Dubes Anshor.

Upaya melawan ekstremisme harus dapat mengatasi akar masalahnya, termasuk masalah kesenjangan, diskriminasi, atau marginalisasi.

Dengan demikian, diperlukan program pembangunan yang bersifat inklusif, di mana semua komponen masyarakat dapat terlibat dan meraih manfaat, khususnya di negara yang baru keluar dari konflik,” demikian Dubes Anshor. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya