Ekstremisme semakin dirasakan dampaknya di seluruh dunia. Dengan demikian, memerangi ekstremisme merupakan tanggung jawab bersama, baik negara maupun PBB.
Hal itu disampaikan Dubes Muhammad Anshor, Kuasa Usaha Sementara PTRI New York, dalam debat terbuka Dewan Keamanan (DK) PBB mengenai Peran pemuda dalam menangkal ekstremisme dan mewujudkan perdamaian†di New York (Kamis, 23/4).
Dalam keterangan yang diterima redaksi dari PTRI New York disebutkan bahwa debat terbuka tersebut diselenggarakan untuk menanggapi tingginya keterlibatan generasi muda dalam kegiatan-kegiatan ekstrem, termasuk dalam kelompok teroris seperti Islamic State in Iraq and Syria (ISIS).
Melalui debat terbuka, negara-negara diharapkan dapat belajar dari upaya negara lain dalam mencegah penyebaran paham ekstrem di kalangan generasi muda.
Terkait maksud tersebut, Dubes Anshor menekankan bahwa generasi muda, yang jumlahnya sangat besar, Â berperan penting dalam melawan ekstremisme.
Negara perlu memperkuat keterlibatan generasi muda dalam menyebarluaskan pesan toleransi dan saling menghargai, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global,†katanya.
Agar semua upaya itu mencapai tujuan, Dubes Anshor menggarisbawahi perlunya PBB untuk memastikan keselarasan upayanya dengan upaya negara. Dalam kerangka ini, DK antara lain didesak untuk mengintensifkan upaya-upaya penyelesaian konflik dan penciptaan perdamaian karena kelompok-kelompok teroris telah terbukti sering mengeksploitasi konflik-konflik yang berkepanjangan untuk menyebarluaskan ekstremisme dan merekrut anggota baru di antara generasi muda.
DK harus menjadi bagian dari upaya sistematik PBB dalam melawan ekstremisme. Aktivitas DK juga harus sejalan dengan aktivitas badan-badan PBB yang menangani isu pembangunan,†masih kata Dubes Anshor.
Upaya melawan ekstremisme harus dapat mengatasi akar masalahnya, termasuk masalah kesenjangan, diskriminasi, atau marginalisasi.
Dengan demikian, diperlukan program pembangunan yang bersifat inklusif, di mana semua komponen masyarakat dapat terlibat dan meraih manfaat, khususnya di negara yang baru keluar dari konflik,†demikian Dubes Anshor.
[dem]