Berita

tommy soeharto/net

Politik

Tommy Soeharto: Golkar Partai Rakyat

JUMAT, 24 APRIL 2015 | 21:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Politikus Golkar asal Keluarga Cendana, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, setuju jika dikatakan Partai Golkar bukanlah partai dinasti seperti disuarakan sejumlah kader beringin.

Akhir-akhir ini banyak yang mengatakan Golkar bukan partai dinasti karena mereka menganggap upaya Cendana 'mencengkeram' Golkar kian nyata.

"Itu betul. Golkar memang partai rakyat, bukan partai dinasti seperti PDIP/ Demokrat," tulis Tommy dalam akun facebooknya, sesaat lalu.


Tommy juga mengatakan bahwa tidak ada yang salah dari tindakannya menyerukan agar dua kubu yang berkonflik di Partai Golkar segera berdamai. Menurut dia tindakannya itu merupakan hal yang wajar.

"Golkar kan bukan partai hak milik orang-orang yang berebut," katanya.

Yang aneh bagi Tommy, seruannya untuk mendamaikan kader yang berseberangan malah dipolitisir, ramai-ramai mengatakan Golkar bukan partai dinasti tetapi masing-masing dari mereka merasa paling berhak memiliki partai.

Tommy mengingatkan jangan terus membodohi masyarakat dengan mengklaim diri paling paham demokrasi, merasa paling berhak memimpin Golkar sampai mengabaikan persatuan. Tindakan seperti itu, katanya, sama sekali tidak mencerminkan demokrasi.

"Merasa layak memimpin Golkar, kenapa Harus takut berdamai dengan alasan Partai bukan Partai Dinasti, anda tidak sadar telah menunjuk diri sendiri," tukas Tommy.

Penyebutan Partai Golkar bukan partai dinasti terus jadi sorotan. Seruan bahwa Partai Golkar bukanlah partai dinasti dikemukan sejumlah kader Golkar setelah mereka melihat upaya dari keluarga Cendana untuk 'mencengkeram' Golkar di tengah konflik yang membelit partai itu kian nyata.

Upaya tersebut setidaknya telihat dari manuver Tommy dan anggota keluarga Cendana lainnya. Secara tersirat Tommy telah mengemukakan niatnya memimpin Golkar, sementara Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto membeberkan klaim bahwa daerah menginginkan Golkar dipimpin trah Seoharto.[dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya