Berita

Andi Widjajanto1/net

Politik

DPD Dorong Reshuffle Kabinet, Salah Satunya Andi Widjajanto

JUMAT, 24 APRIL 2015 | 10:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. DPD RI mendesak Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet pada momen enam bulan pemerintahannya. Jokowi bersama Jusuf Kalla dilantik sebagai Presiden dan Wapres pada 20 Oktober 2014 lalu.

"Ini adalah momen yang tepat (reshuffle)," ujar Aggota DPD asal Sumut, Dedi Iskandar Batubara kepada redaksi, Jumat (24/4).

Selama enam bulan, lanjut Dedi, Presiden Jokowi pasti sudah menilai siapa para menterinya yang bener-benar bekerja dan siapa yang hanya bisa menjilat dan pencitraan. Hal itu bisa dilihat dari output atas kinerja dari menteri yang bersangkutan.


Salah satu yang layak di-reshuffle di Kabinet Kerja, menurut Dedi adalah, Menteri Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto. Banyak pihak menilai, Andi adalah penyusup di Istana. Andi kerap menjadi sorotan akibat penyataan-pernyataannya yang dianggap blunder, dan bisa membahayakan Presiden Jokowi.

Terakhir, kata Dedi, pernyataan blunder Andi adalah, setelah Presiden Jokowi menyampaikan pidato pembuakaan di KAA yang banyak mendapat pujian. Pada hari itu juga, Andi malah membeberkan yang menulis pidato tersebut adalah dirinya bersama tim yang disebut Tim Substantif, antara lain Luhut Panjaitan, Rizal Sukma dan Sukardi Rinakit.

"Orang semua tahu, yang menulis pidato Presiden adalah staf. Tapi nggak boleh donk disebutkan ke publik. Ini seoalah-olah menunjukkan Andi dan tim-lah yang hebat, bukan Presiden Jokowi," ungkap aktivis KNPI dan Al-Washliyah ini.

Blunder Andi tersebut, lanjut Dedi, sudah pasti menjatuh cita Presiden Jokowi dan Indonesia.

Dedi menambahkan, selain Andi, menteri yang layak dicopot adalah menteri yang duduk di pos perekonomian. Mereka dinilai tidak mampu menyelamatkan nilai tukar rupiah yang anjlok hingga menyentuh angka Rp 13.000 per dolar AS.

"Selain itu (mereka layak dicopot), karena harga BBM yang tidak pernah pasti sebab dilempar ke pasar. Harga sembako seperti beras yang merangkak, termasuk harga gas elpiji, tarif listrik dan transportasi," tukasnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya