Berita

maman imanulhaq/net

Politik

Indonesia Harus Angkat Utusan Khusus Bagi Palestina

JUMAT, 24 APRIL 2015 | 00:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Jika berharap Palestina bebas dari kendali Israel, Indonesia harus ikhlas menjadi duta perdamaian bagi tercapainya kemerdekaan penuh bagi Palestina.

Caranya adalah, Indonesia harus mengangkat Utusan Khusus Bagi Palestina dengan tugas melobi negara-negara yang terlibat persoalan Palestina versus Israel, dan sekaligus menyatukan kembali faksi-faksi yang ada di Palestina.
 
Demikian ditegaskan KH Maman Imanulhaq, anggota Fraksi PKB DPR-RI setelah menghadiri Asian African Parliamentary Conference (AAPC), Kamis (23/4). 


Pengangkatan Utusan Khusus Bagi Perdamaian Palestina itu, menurut Maman, sesuai dengan amanat UUD 1945 yang dalam Preambule dinyatakan Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi.
 
Dikatakannya, jika Indonesia memang ingin membangun perdamaian dunia khususnya untuk Palestina, sudah seharusnya pemerintah mengangkat seorang Utusan Khusus Presiden RI (Envoy) untuk Urusan Perdamaian Palestina. Utusan Khusus ini mewakili Presiden RI untuk melobi pemerintah dari berbagai negara yang terlibat di dalam persoalan Palestina dengan Israel.
 
"Sekalipun urusan Palestina adalah urusan Tanah Air, namun selama ini yang terjadi hubungan Palestina dan Indonesia, yang memiliki umat Muslim terbesar di dunia, terkait dengan urusan agama. Masjid Al Aqsa yang merupakan tempat ziarah pertama umat Muslim, berada di Palestina yang dikuasai oleh Israel," ujar Maman Imanulhaq yang juga Pengasuh Pondok Pesantran Al Mizan, Majalengka.
 
Perbedaan Utusan Khusus untuk Perdamaian Palestina dan Duta Besar Indonesia untuk Palestina terletak pada tugasnya.

Duta besar bertugas mewakili pemerintah Indonesia untuk kepentingan Indonesia terkait hubungan dua negara antara Indonesia dan Palestina, sementara Utusan Khusus bertugas mewakili pemerintah Indonesia untuk kepentingan Palestina berdasarkan nilai kemanusiaan dan berhubungan dengan banyak negara.
 
"Seperti di Rusia, ada Utusan Khusus Presiden Vladimir Putin untuk Negara-negara Islam. Tugasnya bukan hanya satu negara tetapi banyak negara Islam. Utusan Khusus bukan bertindak sebagai mediator tetapi lebih sebagai pelobi. Kalau Mediator, orang yang ditunjuk harus disetujui atau diterima oleh dua pihak yang bersengketa," tegas Maman.
 
Utusan Khusus untuk urusan Palestina tidak hanya bertugas untuk di luar Palestina tetapi juga bertugas untuk mendamaikan atau menyatukan berbagai faksi yang ada di Palestina. Kelemahan dalam perjuangan Palestina, harus diakui, salah satunya karena perpecahan dalam tubuh organisasi perjuangannya sendiri seperti PLO, Hamas, Fatah dan lain-lain.
 
Maman juga menegaskan bahwa Utusan Khusus untuk Pedamaian Palestina tidak boleh mengabaikan Kedaulatan Negara Palestina, lalu seakan-akan itulah tujuan akhir yang harus dicapai Utusan Khusus.

Utusan Khusus sifatnya hanya membantu pemerintah Palestina untuk melobi negara-negara yang terlibat di dalamnya. [dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya